Tiga Daerah Rawan Konflik, Bawaslu Gandeng Polri

publicanews - berita politik & hukumAnggota Bawaslu Moh Afifuddin melakukan pertemuan dengan Kepala Korps Sabhara Baharkam Polri Irjen Bambang Ghiri Arianto. (Foto: bawaslu.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bawaslu menyampaikan hasil Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2020 kepada jajaran Pengamanan dan Pengawalan (Pamwal) VIP dari Polri untuk membantu kelancaran pilkada.

Anggota Bawaslu Moh Afifuddin menyebut tiga kabupaten/kota paling rawan, yakni Kabupaten Manokwari, Kabupaten Mamuju, dan Kota Makassar. Sementara yang terendah kerawananya adalah Kabupaten Lombok Utara.

Dari 9 provinsi yang melaksanakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, Sulawesi Utara paling rawan dan Kalimantan Utara paling rendah kerawanannya.

"Dimensi yang kita ukur itu adalah konteks sosial dan politik. Ranah ini yang memetakan daerah itu rawan atau tidak dan kerap terjadi konflik horizontal," kata Afif dalam keterangan pers, Kamis (27/2).

IKP Pilkada 2020, Afif menambahkan, dapat menjadi tolok ukur peningkatan kewaspadaan dalam penyelenggaraan pilkada. Oleh karena itu Pamwal harus memastikan kerawanan yang dikhawatirkan tidak terjadi.

"Cara pandangnya harus begitu. Jadi nanti ketika daerah yang diberi kerawanan tinggi ternyata tidak terjadi apa-apa, itu berarti berhasil antisipasinya," ujarnya.

Menurut Afif, kondisi sosial politik negara bisa berubah dengan cepat. "Konflik horizontal sewaktu-waktu bisa terjadi kapan saja di negara republik Indonesia," ia menjelaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top