Terbongkar Pemalsuan Data Jelang Pilkada Beromzet Miliaran

publicanews - berita politik & hukumAnton Sunaryono (49) pelaku dugaan pemalsuan dokumen yang diamankan pada 27 Januari 2020. (Foto: suarasurabaya.net)
PUBLICANEWS, Surabaya - Polisi membekuk Anton Sunaryono (49), warga Blitar pelaku pemalsuan dokumen kependudukan. Ia mencetak blanko KTP, KK, akte lahir, paspor, dan surat identitas lainnya yang aspal alias asli tapi palsu ada 27 Januari 2020.

Direktur Dit Reskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Ratulangie mengatakan, modus Anton terindikasi untuk kepentingan Pilkada 2020.

"Data tersebut akan digunakan untuk kepentingan pemilu maupun pilkades nantinya," ujar Pitra kepada wartawan di kantornya, Jumat (21/2).

Para pemesan data palsu ini juga datang dari luar Jawa Timur setelah ditemukan cap-cap stempel dari berbagai kabupaten di Indonesia. "Lampung, NTB NTT, Jawa barat, Jawa Tengah, dan Maluku," katanya.

AS mematok harga Rp 200 juta-Rp 300 juta kepada setiap pemesannya. Ia menjalankan aksinya sejak 2018 akhir. Peminatnya sudah mencapai ratusan orang.

"Dari bisnisnya yang sudah setahun lebih, tersangka sudah meraup keuntungan Rp 1 miliar lebih," Pitra menjelaskan.

Polda Jatim masih mengembangkan kasus tersebut dengan membentuk Tim Satgas Praja Semeru. Fokusnya menyelidiki praktik pemalsuan dokumen jelang pilkada.

"Saat ini kami juga bekerja sama dengan KPU mengantisipasi hal ini karena indikasinya akan digunakan untuk penambahan suara dan yang lain-lainnya," ia menambahkan.

Ia menduga AS juga melayani pesanan saat Pilpres 2019. Saat ini Polda Jatim tengah mendalami para pemesannnya.

"Kita akan terus kembangkan. Termasuk mendata pemesan untuk mengetahui ada atau tidaknya DPO yang turut memesan dokumen palsu ini," ia menegaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top