Bawaslu: Tantangan Penegakan Keadilan Pemilu Sangat Besar

publicanews - berita politik & hukumKetua Bawaslu RI Abhan dalam konferensi internasional Electoral Studies Program (ESP) Kedua 2019 di Bali, Rabu (11/12). (Foto: Humas Bawaslu)
PUBLICANEWS, Bali - Ketua Bawaslu RI Abhan meminta jajarannya berkolaborasi dengan penyelenggara pemilu lain dalam mengembangkan penegakkan keadilan pemilu.

"Karena tantangan penegakan keadilan pemilu sangat besar," kata Abhan dalam konferensi internasional Electoral Studies Program (ESP) Kedua 2019 di Bali, Rabu (11/12).

Menurut Abhan, penegakan keadilan pemilu lebih rumit dibanding pada penyelenggaraan pemilu terdahulu.

Dalam forum terbuka itu, ia mendorong para peserta untuk berbagi inspirasi menemukan solusi memecahkan masalah yang kerap dihadapi dalam penyelenggaraan pemilu.

"Sudah waktunya bagi para pemilu dan Lembaga peradilan pemilu saling menginspirasi dan bekerja sama untuk mengatasi masalah," ujarnya.

Forum, kata Abhan, diharapkan dapat menghasilkan formula yang tepat bagi para peserta untuk merumuskan kebijakan yang jitu dalam penegakan keadilan pemilu mendatang.

"Dengan demikian kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilu terjaga," ia menjelaskan.

Konferensi selama dua hari itu juda membahas persoalan penyebaran konten kebencian, SARA dan fitnah melalui media sosial, konflik horizontal, penguasaan sumber anggaran, dan kebijakan populis pada masa pemilu.

ESP dihadiri oleh 34 lembaga penyelenggara pemilu di Asia Tenggara dan negara sahabat lainnya. Sebanyak 12 delegasi negara yang hadir, yakni Myanmar, Malaysia, Filipina, Romania, Afrika Selatan, Sri Lanka, Timor Leste, Mongolia, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Kamboja. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top