Pilkada 2020

KPK Prihatin KPU Bolehkan Napi Koruptor Nyalon Lagi

publicanews - berita politik & hukumKetua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Laode M Syarif. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan keprihatinannya atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang membolehkan mantan terpidana korupsi maju dalam Pilkada serentak 2020.

"Prihatin saja. Kalau orang pernah jadi koruptor, apalagi terpidana, dalam perjalanannya kita tahu orang tersebut mentalitasnya seperti apa kok masih dipertahankan? Kan mestinya tidak," ujar Agus di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/12).

Menurut Agus, bila memang serius untuk memerangi korupsi seharusnya mantan terpidana kasus korupsi tidak diperbolehkan untuk mencalonkan diri kembali. "Mestinya aturan itu harusnya konsisten," kata Agus.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif yang menyebut bila hal ini terjadi merupakan suatu kemunduran dalam perundang-undangan. Kendati demikian, Laode berharap partailah yang memiliki peran dengan tidak mencalonkan kadernya yang terjerat kasus rasuah.

"Kalau ada parpol yang mencalonkan mantan napi korupsi, menurut saya, itu enggak pro antikorupsi. Karena itu seharusnya itu akan melukai, kader-kader parpol yang lain kan banyak yang tidak tersangkut kasus korupsi. Masak harus memaksakan yang korup," ujar Laode. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top