KPU Larang Eks Napi Korupsi Ikut Pilkada 2020, Ini Alasannya

publicanews - berita politik & hukumKetua KPU Arief Budiman menyerahkan Buku Laporan Pelaksanaan Pemilu 2019 kepada Presiden Jokowi dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (11/11). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo agar narapidana kasus tindak pidana korupsi dilarang mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, usulan disampaikan kepada Jokowi dalam pertemuan di Istana Merdeka, Senin (11/11).

Menurut Arief, ada temuan baru terkait sepak terjang napi korupsi yang kembali menjabat di pemerintah daerah. "Ada fakta baru yang dulu menjadi argumentasi dan sekarang patah argumentasi itu," ujar Arief di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, usai bertemu Jokowi.

Pertama, kata Arief, ada calon kepala daerah yang sudah ditangkap dan sudah ditahan, namun masih terpilih. Peristiwa itu terjadi dalam pemilihan Bupati Tulungagung, Jawa Timur, dan pemilihan Gubernur Maluku Utara.

"Apa yang dipilih oleh pemilih menjadi sia-sia karena yang memerintah bukan yang dipilih, tetapi orang lain," ujarnya.

Kemudian, fakta kedua, penangkapan Bupati Kudus Muhammad Tamzil dan delapan orang lainnya pada akhir Juli 2019 lalu. Tamzil pernah ditangkap saat menjabat Bupati Kudus pada periode 2003-2008.

Saat itu Tamzil dipenjara 1 tahun 10 bulan. Usai menjalani pidana ia nyalon sebagai Bupati Kudus dan kembali terpilih.

"Ada argumentasi, kalau sudah ditahan dia sudah menjalani kan sudah selesai, sudah tobat, tidak akan terjadi lagi. Tetapi faktanya (Bupati) Kudus itu kemudian, sudah pernah ditahan, sudah bebas, nyalon lagi, terpilih, korupsi lagi," kata Arief.

Atas dua fakta baru itu, KPU menginginkan agar calon yang maju pilkada harus memiliki rekam jejak yang baik. Ia meyakini usulan KPU tidak akan menimbulkan perdebatan yang keras. Sebaliknya, semakin banyak pihak senafas dengan usulan KPU. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top