Bawaslu Cegah Siwaslu Pilkada Dibobol

publicanews - berita politik & hukumKomisioner Bawaslu RI Mochammad Afifuddin. (Foto: bawasluri.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Belakangan ini Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) di sejumlah daerah mengeluhkan situs resmi mereka diserang orang-orang tak bertanggung jawab.

Bawaslu RI menyikapi hal tersebut sebagai bagian kerawanan yang sering menjelang Pilkada serentak 2020. Bawaslu tidak menganggap peretasan ini sebagai sepele.

"Kami mengaudit ini permasalahannya IT. Dari satker-satker (satuan kerja) inilah nantinya akan melakukan pembenahan meski belum secara permanen," kata Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin kepada wartawan di kantornya, Selasa (15/10).

Upaya pengamanan sementara yang dilakukan Bawaslu terutama pada Sistem Pengawasan Pemilu (Siwaslu). Sistem ini berfungsi mengimbangi kinerja rekapitulasi elektronik (e-Rekap) KPU RI yang digunakan sebagai hasil resmi Pilkada 2020.

Aplikasi siwaslu, kata Afifiuddin, berisi dokumentasi data digital yang disimpan ke dalam server. "Siwaslu sampai diacak-acak pakai bahasa jawa. Kita lakukan masa transisi dokumen website bawaslu provinsi kita sinergiskan dengan Bawaslu RI," ujarnya.

Afifuddin mengungkapkan, insiden peretasan sistem pada situs resmi pengawasan pemilu bukan hal baru. Masa-masa kampanye hingga proses pesta demokrasi berlangsung penyelenggara pemilu sangat rentan diserang oknum baik melalui cara fisik maupun lewat sistem digital.

Belum lama ini situs Bawaslu Jawa Tengah, Bawaslu Boyolali, dan Bawaslu Tegal sudah diserang oknum yang ikut meramaikan aksi unjuk rasa penolakan RKUHP dan jelang Pilkada 2020.

"Bawaslu provinsi ada yang kena, pusat juga kena. Ini catatan kita, soal fokus IT makanya jangan sampai bobol lagi," kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu itu.

Sebelumnya, Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng Rofiudin membenarkan situs resmi Bawaslu Jateng ikut diretas. Ia menyayangkan tindakan tersebut.

"Menyuarakan aspirasi janganlah dengan cara menganggu website. Apalagi jika kita baca yang tertulis di halaman yang di-hack tidak secara langsung terkait dengan pengawasan pemilu," kata Rofi beberapa waktu lalu.

Dalam laman yang diretas itu tertulis code peretas, yaitu 'Hacked By Mr.J0N3$$'. Dengan tulisan, antara lain, 'Bagaimana Indonesia mau maju pak, ayam masuk ke ladang saja didenda' dan 'ingat pak, tanpa suara rakyat pangkatmu iso minggat'.

Rofi menambahkan, selain situs Bawaslu Kabupaten Boyolali maupun Jateng, Bawaslu Tegal pun sempat mengalami hal serupa, namun tidak berlangsung lama. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top