Situs Diretas, Bawaslu Boyolali Pasang High Secure

publicanews - berita politik & hukumSitus resmi Bawaslu Boyolali yang diretas bergambar batu nisan. (Foto: tangkapan layar Bawaslu Boyolali)
PUBLICANEWS, Boyolali - Bawaslu Boyolali, Jawa Tengah, tak ingin kecolongan lagi mengamankan data-data pengawasan pemilu setelah situs resminya bawaslu.go.id diretas pada Jumat (27/9).

Ketua Bawaslu Kabupaten Boyolali Taryono mengatakan akan meningkatkan sistem pengamanan terhadap data-data yang tersimpan dalam situs menjelang Pilkada 2020.

"Kita lakukan antisipasi menyelamatkan data-data informasi pengawasan sebelum Pilkada tahun depan digelar," ujar Taryono kepada wartawan di kantornya, Senin (30/9).

Sampai saat ini situs Bawaslu Boyolali masih belum bisa digunakan. Menurut Taryono, tindakan peretasan tersebut sangat berbahaya dan menimbulkan rawan kecurangan oleh oknum.

Taryono mengungkapkan, kejadian tersebut pertama kali diterima dari aduan salah satu staf Bawaslu yang akan memasukkan informasi pemberian santunan kepada penyelenggara pemilu yang sakit ke situs tersebut.

Namun, situs tidak bisa dibuka dan muncul nama code si peretas serta tulisan 'RIP' dengan gambar batu nisan. "Mengetahui tidak bisa dibuka, staf kami langsung menghubungi Bawaslu RI sebagai operator untuk memperbaiki website," ia menjelaskan.

Bawaslu Boyolali berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dan Bawaslu RI. Selain itu, ia berharap pelakunya bisa tertangkap.

Taryono mengaku baru pertama kalinya, lembaga pengawasan pemilu di Kabupaten Boyolali itu menjadi sasaran peretas.

Sebelumnya, Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng, Rofiudin mengaku situs resmi Bawaslu Jateng ikut diretas. Ia menyayangkan tindakan tersebut.

"Menyuarakan aspirasi janganlah dengan cara menganggu website. Apalagi jika kita baca yang tertulis di halaman yang di-hack tidak secara langsung terkait dengan pengawasan pemilu," kata Rofi beberapa waktu lalu.

Dalam laman yang diretas itu tertulis code peretas yaitu 'Hacked By Mr.J0N3$$'. Dengan tulisan, antara lain, 'Bagaimana Indonesia mau maju pak, ayam masuk ke ladang saja didenda' dan 'ingat pak, tanpa suara rakyat pangkatmu iso minggat'.

Rofi menambahkan, selain situs Bawaslu Kabupaten Boyolali maupun Jateng, Bawaslu Tegal pun sempat mengalami hal serupa, namun tidak berlangsung lama. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top