Divonis 1,5 Tahun, Status Abdullah Puteh di DPD Dipersoalkan

publicanews - berita politik & hukumAbdullah Puteh. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Namun, Selasa kemarin, Puteh divonis 1,5 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta selatan karena terbukti menipu pengusaha Herry Laksmono.

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Agusni masih menunggu keputusan inkrah atas kasus tersebut. Agusni menyebutkan secara administrasi dan kelengkapan administrasi tidak ada persoalan dengan Puteh yang pernah dijerat 10 tahun penjara karena kasus korupsi pembelian helikopter pada 2004 itu.

"Kalau kemudian dia ada vonis yang sifatnya sudah inkrah baru nanti kita akan koordinasi kembali dengan KPU RI," kata Agusni saat dihubungi wartawan, Rabu (11/9).

Hakim PN Jaksel menyatakan Puteh (71) terbukti meni Herry Laksmono senilai Rp 350 juta. Gubernur Aceh 2000-2004 itu terbukti bersalah melanggar Pasal 378 KUHP sesuai dengan dakwaan pertama. Atas putusan ini, Puteh mengajukan banding.

Kasus dugaan penipuan ini terjadi pada 2011. Puteh membutuhkan dana Rp 750 juta untuk mengurus dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) untuk usaha hasil hutan. Kepada Herry ia menjanjikan pemanfaatan hasil tebang atas Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) dari Menteri Kehutanan atas lahan seluas 6.521 hektare di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Uang pun digelontorkan. Namun, ternyata biaya dokumen AMDAL hanya Rp 406 juta. Sisanya diduga dipakai Puteh pribadi. Herry juga tidak bisa memanfaatkan hutan yang dijanjikan Puteh. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top