KPU Bela Calon Senator NTB Maya yang Edit 'Foto Cantik'

publicanews - berita politik & hukum Calon senator Nusa Tenggara Barat (NTB) Evi Apita Maya. (Foto: Instagram/official_eviapitamaya)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan tidak ada aturan mengenai pengeditan foto yang digunakan sebagai alat peraga kampanye. Itu sebabnya, KPU menilai tidak relevan mempersoalkan foto calon senator Nusa Tenggara Barat (NTB) Evi Apita Maya.

"Yang penting orangnya sama, orangnya itu. Jangan orang yang berbeda," ujar Komisioner KPU Ilham Saputra di kantornya, Jumat (26/7).

Ilham mengatakan, Maya sudah lolos verifikasi sehingga tidak tepat mempermasalahkan itu ke Mahkamah Konstitusi. "Seharusnya dilaporin ke Bawaslu," ia menegaskan.

Sidang gugatan petahana DPD NTB Faoruk Muhammad terhadap Maya tengah berlangsung di MK. Sejumlah saksi dihadirkan baik dari kubu penggugat ataupun tergugat, yang dituding telah memanipulasi foto sehingga menyedot suara pemilih.

Saksi fotografer Prihadi Sufiyanto yang dihadirkan menyebutkan, foto Maya masuk katergori manipulasi karena jauh dari sekadar editing sederhana. Sedangkan saksi Oni menyampaikan, muncul anggapan yang dipajang bukan wajah Maya tetapi Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. ”Warga mengatakan bahwa mereka memilih Evi karena fotonya yang cantik,” ujarnya.

Namun, menurut saksi ahli yang dihadirkan Maya, Juanda, tidak ada pelarangan melakukan editing foto dalam undang-undang pemilu. Ia pun menilai tidak ada signifikansi antara wajah cantik dengan perolehan suara.

”Kecuali, majelis hakim mau memanggil pemilih yang ratusan ribu itu atau paling tidak setengahnya untuk diperiksa,” ujar Juanda dalam kesaksiannya, Kamis kemarin.

Dalam pemilihan anggota DPD di Dapil NTB, Maya meraih suara tertinggi, yaitu 283.932 ribu. Jumlah itu seharusnya memuluskan langkahnya ke Senayan sebagai senator. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top