Pemulangan Rizieq Syihab Jadi Syarat Rekonsiliasi Prabowo

publicanews - berita politik & hukumKetua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat bertemu pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab di Mekkah, Arab Saudi beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani memandang penting rekonsialisasi dalam bentuk pertemuan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Pendapat ini beda dengan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang sama sekali menolak rekonsiliasi.

Menurut Muzani, ada kebutuhan untuk menyatukan masyarakat yang terbelah menjadi dua kubu dan berpotensi menimbulkan konflik.

"Secara sadar atau tidak terjadi pembelahan di masyarakat kita akibat dari proses pemilihan umum kemarin. Ada pendukung 01 dan ada pendukung 02," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/7).

Gerindra, katanya, sepakat dengan diwujudkannya pertemuan Jokowi dan Prabowo. Namun, ia belum bisa memastikan kapan hal itu bisa terwujud.

"Bisa lebih cepat di bulan-bulan ini, bisa agak lambat. Tapi yang pasti terus terang saya belum bisa memperkirakan karena kesibukan keduanya.sangat padat sekali," ujarnya.

Menurut Muzani ada beberapa syarat yang diajukan untuk rekonsiliasi. salah satunya, pemulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab ke Indonesia. Syarat itu, katanya, juga disampaikan Prabowo.

"Keseluruhan bukan hanya itu (Rizieq), tapi keseluruhan. Kemarin-kemarin banyak ditahan-tahanin ratusan orang," ujar Wakil Ketua MPR itu.

Ia menyebutkan rekonsiliasi yang diartikan sebagai islah harus meniadakan dendam, diksi pemenang dan pihak kalah, hingga anggapan penguasa dan kubunya yang akan dikuasai.

Syarat rekonsiliasi dengan pemulangan Rizieq juga disuarakan eks Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top