Terbukti Melanggar, DKPP Pecat 19 Penyelenggara Pemilu

publicanews - berita politik & hukumKetua DKPP Harjono. (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memecat 19 petugas penyelenggara pemilu. Dari jumlah tersebut, 17 orang diantaranya diberhentikan tetap, sedangkan dua lainnya diberhentikan sementara.

"Memang ada sebagian penyelenggara pemilu yang tidak profesional dalam menjalankan tugasnya," kata Ketua DKPP Harjono kepada Publicanews usai acara Haul Bung Karno di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Minggu (7/7).

Harjono mengatakan, jumlah tersebut masih kemungkinan bertambah. Sebab sidang etik DKPP masih berlangsung sampai saat ini.

Pemecatan tersebut berdasarkan 309 aduan yang diterima DKPP. Sebanyak 165 aduan disidang, sedangkan 144 pengaduan ditolak.

"Kami tidak akan diskriminatif. Setiap pengaduan yang masuk pasti diperiksa," ujarnya.

Petugas penyelenggara pemilu tersebut berasal dari KPU RI, KPU provinsi, dan KPU kabupaten/kota sampai komisioner Bawaslu di semua tingkatan. Terbanyak, 675 komisioner KPU kabupaten/kota diadukan.

"Sidang etik masih berlangsung. Banyak juga dilakukan di daerah," Harjono menambahkan.

Menurutnya, banyak penyelenggara pemilu melakukan berbagai macam pelanggaran. Ia berjanji bagi pelanggar fatal, langsung diberi sanksi pemecatan. "Kesalahannya berkaitan integritas, terima duit, kecurangan, dan sebagainya," Harjono menegaskan.

Pelanggaran penyelenggara pemilu terjadi secara merata di kota-kota besar di Indonesia. Terbanyak di Papua. "Ada di Medan, Lampung, Jawa, Papua. Papua ada 28 perkara yang masuk," Harjono menjelaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top