Sengketa Hasil Pilpres

Eks Penasihat KPK Tetap Demo, Bawa Makanan Sendiri Karena Takut Diracun

publicanews - berita politik & hukumMantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua berorasi di hadapan massa di depan Gedung MK, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (14/6) pekan lagi. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan penasihat KPK Abdullah Hehamahua memastikan tetap akan melakukan aksi hingga putusan sengketa Pilpres 2019, Kamis lusa. Abullah yang bertindak sebagai koordinator lapangan mengatakan, ia mendengar larangan Polri tetapi ia tetap akan demo di depan Gedung Mahkamah Konstitusi.

“Siapa pun warga berhak untuk menyampaikan pendapatnya di tempat umum dan hanya diwajibkan memberitahu aksi saja,” ujar Abdullah di kawasan Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (25/6).

Hari ini, meski sudah tidak ada sidang dan tinggal rapat permusyawaratan Hakim Konstitusi (MK), tampak ibu-ibu alias emak-emak ikut melakukan aksi. Menurut Abdullah, peserta aksi ingin mengawal hakim MK.

"Khusus untuk beri dukungan dan support moral ke MK agar tidak takut punya keberanian, independen, integritas, dan melaksanakan tugas sesuai tupoksi,” kata mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

Beberapa emak-emak tampak membagikan bunga kepada petugas kepolisian. Mereka menyebut demo yang dilakukan merupakan aksi damai.

Dalam aski itu, Abdullah mengimbau peserta untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah disediakan. Mereka menggelar tikar dan membagikan mie instan dan nasi bungkus dan minuman kepada peserta lain.

Abdullah mengatakan telah mempersiapkan makanan sendiri untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. "Saya pastikan pada peserta tidak boleh menerima makanan dari mana pun,” ia menegaskan.

Isu petugas KPPS diracun, katanya, mempengaruhi sikap peserta aksi untuk selalu membawa makanan dan minuman sendiri. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top