Jusuf Kalla: Halal Bihalal Sambil Demo Tak Etis

publicanews - berita politik & hukumWakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai rencana aksi kawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sambil halal bihalal sebagai tidak etis. Rencana aksi demo disertai halal bihalal itu diserukan Persaudaraan Alumni 212 bersama GNPF-Ulama di depan Gedung MK, Rabu besok.

"Itu kan melanggar etika dan mencederai namanya halal bihalal. Namanya halal bihalal kan spirit keagamaan, kan," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (25/6).

Wapres menilai kawasan Gedung MK bukan tempat yang tepat untuk melakukan kegiatan halal bihalal. "Kan itu enggak pantas. Ya di masjidlah, ya di Istiqlal-lah, atau di mana atau di ruangan mana, atau di aula mana, halal bihalal gitu, kan," ia menambahkan.

JK menilai aksi di depan MK murni karena alasan politik, tidak ada kaitannya dengan agama.

Sebelumnya, Imam Besar FPI Rizieq Syihab menyerukan aksi turun ke jalan pada Rabu besok. Ajakan ini langsung ditanggapi pengikut Rizieq di beberapa daerah. Front Pembela Islam (FPI) dan Persatuan Alumni (PA) 212 Jawa Barat menyatakan akan mengerahkan massa ke Jakarta, besok.

"FPI Jabar dalam posisi hanya ikut komando FPI pusat saja. Kita haya sebatas undangan saja untuk melakukan halalbihalal dan tahlil akbar, bukan aksi ya, ingat itu," ujar Wakil Ketua Bidang Hisbah Dewan Pimpinan Daerah FPI Jabar Dedi Subuh, Selasa siang.

Hal senada disampaikan Ketua PA 212 Jabar Nonof Hanafi. Namun, ia belum bersedia memastikan jumlah peserta aksi yang akan datang ke Jakarta. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top