Demokrat Anggap Percuma Seruan Aksi Rizieq Syihab di MK

publicanews - berita politik & hukumVideo seruan Rizieq Syihab bersama pimpinan FPI, GNPF-Ulama, PA212 untuk melakukan aksi di Gedung MK, Jakarta Pusat. (Foto: capture FrontTV)
PUBLICANEWS, Jakarta - Partai Demokrat menanggapi dingin seruan Imam Besar FPI Rizieq Syihab yang mengajak pengikutnya melakukan aksi di Mahkamah Konstitusi (MK). Aksi bertajuk 'Halal Bihalal 212 & Tahlil Akbar' itu bakal digelar pada Rabu (26/6) lusa.

"Percuma, rakyat sudah bosan melihat situasi ini dan memilih menata hidup ke depan," ujar politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/6).

Kepala Divisi Advikasi dan Hukum Partai Demokrat itu memperkirakan massa FPI tidak akan bisa mengulang Aksi 212. "Paling juga 5 ribu (orang) yang hadir," kata Ferdinand yang pernah tercatat sebagai pendukung Jokowi sebelum hijrah ke partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Semenatra itu, Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, aksi mendatang bukan sebagai langkah politik tetapi sebagai gerakan bela agama.

"Gerakan kami adalah bela agama agar keadilan bisa ditegakan dan tidak melibatkan partai atau tokoh politik sebagai mana gerakan kami aksi bela islam 1410, 411, 212 tanpa urusan politik," kata Novel.

Sebelumnya, Rizieq dalam pesannya melalui video yang disiarkan FrontTV meminta pengikutnya untuk mengulang aksi fenomenal 212.

Saat menyampaikan seruannnya itu, Rizieq menyinggung soal meninggalnya 500 petugas KPPS sebagai kematian tidak wajar karena tidak ada autopsi. Rizieq juga menyebut meninggalnya 10 syuhada dalam aksi 21 dan 22 Mei di Jakarta.

"10 yang meninggal, 4 diantaranya anak-anak di bawah umur," ujar Rizieq dari Kota Mekkah, Arab Saudi. Dalam Aksi 21 dan 22 Mei itu, ia menambahkan, ada 30 orang yang hilang, 500 orang ditahan, dan 800 orang terluka.

Rizieq kemudian mengajak seluruh elemen agar turun ke jalan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi pada Rabu (26/6) untuk mengawal sidang sengketa hasil Pilpres. "Mari bersama-sama dan besar-besaran untuk melakukan aksi super damai," ujarnya.

Dalam video itu Rizieq didampingi, antara lain, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis, Sekretaris Umum Munarman, Ketua Umum GNPF-Ulama Yusuf Martak, dan Ketua Umum PA212 Slamet Ma'arif. Ikut mendampingi Imam FPI DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top