Sengketa Hasil Pilpres

Saksi 01 Bantah Ajarkan Kecurangan Pemilu

publicanews - berita politik & hukumKoordinator bidang pelatihan Direktorat Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Anas Nashikin, dalam sidang PHPU di Gedung MK, Jakarta usat, Jumat (21/6). (Foto: capture/YouTube)
PUBLICANEWS, Jakarta - Saksi Anas Nashikin yang dihadirkan tim hukum Jokowi-Ma'ruf Amin membenarkan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberi pembekalan pada para calon saksi paslon 01 untuk Pilpres 2019. Namun, Anas membantah peserta diajarkan untuk melakukan kecurangan.

Anas menyampaikan hal tersebut dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (21/6). Menurut Koordinator Bidang Pelatihan Saksi TKN paslon 01 itu, judul materi 'Kecurangan Bagian dari Demokrasi' yang disampaikan mantan Panglima TNI itu Moeldoko sekadar memancing perhatian peserta.

"Begini, Yang Mulia. Materi ini mesti dipahami secara utuh. Kalau Yang Mulia lihat di dalam slide itu dan slide-slide berikutnya, maka memang itu sengaja ditulis begitu untuk mengagetkan biar ada perhatian," kata Anas.

Menurutnya, saksi Hairul Anas Suaidi dari Partai Bulan Bintang (PBB) tidak hadir saat Moeldoko menyampaikan materi di Hotel El Royale, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 20-21 Februari 2019 tersebut. Hairul adalah saksi tim hukum Prabowo-Sandi, meskipun partainya mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Saya tanya teman-teman apa benar ada peserta nama itu (Hairul Anas Suaidi), setelah dicek ternyata tidak ada di dalam daftar peserta," Anas menambahkan.

Bocorkan 'Kecurangan Bagian dari Demokrasi' dari Moeldoko, Saksi PBB Dikecam

Meski tidak hadir, kata Anas, Hairul bisa mengunduh materi 'Kecurangan Bagian dari Demokrasi' tersebut.

Sebelumnya, Moeldoko menegaskan bahwa materi yang ia bawakan untuk mengajak para saksi 01 berhati-hati dalam mengawal proses Pemilu yang bisa saja terjadi kecurangan.

"Saya mengatakan kepada saksi, hey hati-hati dalam sebuah demokrasi yang mengutamakan kebebasan maka kecurangan itu bisa saja terjadi. Jadi kamu para saksi harus hati-hati," kata Moeldoko di Bandara Husein, Kota Bandung, kemarin.

Ia menegaskan tidak pernah mengajarkan kecurangan kepada para saksi. "Dia (Hairul) mengakui bicara seperti ini 'tidak pernah diajarkan atau dilatih melakukan kecurangan'. Dia sendiri mengatakan seperti itu," Moeldoko menambahkan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top