Tak Perlu Jawab Saksi Kubu Prabowo, KPU Hanya Hadirkan Saksi Ahli

publicanews - berita politik & hukumSaksi ahli KPU Marsudi Wahyu Kisworo dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (20/6). (Foto: capture YouTube)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) merasa tidak ada yang perlu dijawab dari para saksi yang dihadirkan kubu Prabowo-Sandi. Tim hukum KPU yang dipimpin Ali NUrdin pun batal menghadirkan 15 saksi dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (20/6).

"Saksi pemohon mana yang perlu dibantah? Saksi pemohon malah menguntungkan KPU," kata Ali Nurdin.

Menurut Ali, KPU hanya akan menghadirkan saksi ahli teknologi Informasi (IT) Marsudi Wahyu Kisworo. "Beliau profesor bidang IT pertama di Indonesia dan juga arsitek dari IT di KPU," ia menjelaskan.

Kemudian saksi Riawan Tjandra yang akan menyampaikan keterangan secara tertulis.

Dalam keterangannya, Marsudi mengatakan Situng (Sistem Informasi Penghitungan Suara) KPU berasal dari input C1 dari masing-masing TPS di seluruh Indonesia. Sedangkan rekapitulasi suara selain berjenjang juga dilakukan secara terbuka.

Marsudi mengatakan kalau mau rekayasa seharusnya saat rekapitulasi suara yang menjadi dasar penentuan capres dan cawapres terpilih. Namun, baginya itu tidak mudah.

"Kalau mau rekayasa, menurut saya sebagai ahli IT bukan dari Situng. Yang saya rekayasa rekapitulasi suara berjenjang. Itu kalau bisa, tapi saya kira akan sangat sulit. Karena Situng enggak ada gunanya kalau direkayasa," kata Marsudi.

Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandi mempersoalkan hasil situng KPU yang diketahui ada ketidaksesuaian. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top