Haris Azhar Tolak Bersaksi di MK Karena Catatan HAM Jokowi Maupun Prabowo

publicanews - berita politik & hukumDirektur Lokataru Foundation Haris Azhar. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Aktivis HAM Haris Azhar menolak menjadi saksi dalam Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019. Alasan Haris karena baik petahana Joko Widodo maupun Prabowo Subianto mempunyai catatan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

"Bapak Joko Widodo selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 tidak menjalankan kewajiabnnya untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat," ujar Haris dalam rilisnya, Rabu (196).

Sedangakan Prabowo Subianto, katanya, merupakan salah satu yang patut dimintai pertanggungjawaban atas kasus penculikan dan penghilangan orang secara paksa sepanjang 1997-1998.

Direktur Lokataru Foundation ini pernah menangani kasus kasus AKP Sulman Aziz yang diduga mendapat perintah dari Kapolres Garut untuk menggalang massa bagi kemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Haris mengatakan, sebaiknya yang manjadi saksi di Mahkamah Konstitusi adalah Sulman. Menurutnya, ketika ia menangani kasus itu berdasar hasil kerja advokasi, ada kecocokan atas dugaan dan fakta yang terjadi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top