Sengketa Pemilu

BPN Revisi Gugatan ke MK, Persoalkan Posisi Ma'ruf Amin di BUMN

publicanews - berita politik & hukumCawapres 01 Ma'ruf Amin dan istrinya Wury Estu Handayani. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merevisi gugatan sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi. Salah satu yang dipersoalkan adalah posisi cawapres Ma'ruf Amin di Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah. Ma'ruf diketahui adalah Dewan Pengawas Syariah.

Materi baru dari Tim Kuasa Hukum paslon 02 itu mempersoalkan ketiadaan surat pernyataan pengunduran diri dari Ketua Umum nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

Namun, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai kuasa hukum paslon 02 yang dikomandoi mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto salah memberi tafsir atas Pasal 1 angka 1 UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

Wakil Ketua TKN dari PPP Arsul Sani mengatakan, pertanyaan soal status Ma'ruf Amin tersebut karena tidak didasari pemahaman yang benar atas posisi Dewan Pengawas Syariah.

"Itu mengada-ada dan tidak didasarkan pada pemahaman yang benar atas isi aturan undang-undang terkait," ujar Sekjen PPP itu kepada wartawan, Selasa (11/6).

Menurut Arsul, Ma'ruf Amin bukan karyawan, direksi, ataupun komisaris yang merupakan pejabat badan usaha berbentuk perseroan terbatas.

Arsul menjelaskan, Bank Syariah Mandiri (BSM) dan BNI Syariah bukan BUMN dalam arti sebagaimana yang didefinisikan dalam Pasal 1 angka 1 UU BUMN. Pemegang saham BSM adalah PT Bank Mandiri dan PT Mandiri Sekuritas. Sedangkan pemilik BNI Syariah adalah PT Bank BNI dan PT BNI Life Insurance. Semua perusahaan tersebut adalah perusahaan negara atau BUMN.

Kemudian, Arsul menambahkan, Pasal 227 huruf P Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mensyaratkan pengunduran diri berlaku bagi karyawan atau pejabat BUMN atau BUMD.

Arsul meminta tim kuasa hukum Prabowo-Sandi membaca benar-benar UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN dan Pasal 227 huruf P UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top