TKN Tolak Usulan BPN Bentuk TPF Kecurangan Pemilu

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding dan Sekretaris TKN Hasto Kritiyanto. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menolak pembentukan tim pencari fakta (TPF) kecurangan pemilu yang diusulkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, mengatakan KPU sudah bekerja dengan baik. Selain itu, BPN tidak memiliki bukti kecurangan tersebut.

"Kalau 02 tidak bisa membuktikan data kecurangan yang masif dan terstruktur, lalu untuk apa tim dibentuk?" kata politikus PKB itu, Jumat (17/5) pagi.

Menurut mantan Sekjen PKB ini, pembentukan TPF Kecurangan Pemilu hanya dalih kubu Prabowo yang sebenarnya tidak siap menerima kekalahan.

Bawaslu Nyatakan KPU Langgar Tata Cara Input Situng Pemilu

Sejauh ini, ia menambahkan, KPU sudah bekerja dengan independen dan transparan. "Kesimpulannya mereka tidak siap kalah," karding menegaskan.

Ia meminta BPN membuka bersama-sama hasil Pemilu, baik Pileg ataupun Pilpres. "Kami pribadi di TKN siap sanding data antara BPN dan TKN. Dan KPU tentu tak masalah juga sepanjang itu koridor-koridor yang sudah jadi aturan diikuti saja," ujarnya.

Kemarin, Jubir BPN Andre Rosiade mendesak dibentuk TPF sebagai menyusul putusan Bawaslu bahwa terjadi pelanggaran dalam input data suara oleh KPU. Andre mengatakan, putusan Bawaslu tersebut menunjukkan tidak ada indikasi makar dalam tuntutan diskualifikasi paslon 01. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top