Seknas Jokowi: Putusan Bawaslu Tidak Batalkan Hasil KPU

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi penghitungan suara Pilpres 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan KPU melanggar tata cara dan prosedur dalam peng-input-an Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng). Putusan tersebut menyusul aduan kubu Prabowo-Sandi.

Sekjen Seknas Jokowi, Dedy Mawardi menghormati putusan tersebut. Namun, ia mengingatkan, putusan tersebut tidak serta merta membatalkan hasil penghitungan suara KPU.

“Artinya hasil perhitungan KPU yang sudah 84 persen tetap sah," kata Dedy dalam rilisnya, Kamis (16/5).

Situng KPU, ia menambahkan, bukan patokan utama penghitungan KPU. Yang jadi patokan itu adalah perhitungan manual secara berjenjang, mulai dari TPS, hingga pleno KPU. "Situng KPU itu hanya sebagai alat pembanding sebagai wujud prinsip transparansi KPU kepada publik," Dedy menjelaskan.

Dedy mengibaratkan putusan Bawaslu seperti membuat rendang, sepanjang tatacara seperti bumbunya sama dan menggunakan daging sapi hasilnya tetap rendang daging sapi. Kecuali Tim BPN Prabowo-Sandi bisa membuktikan bahwa dagingnya daging celeng.

Sepanjang BPN tidak punya bukti kecurangan sebagaimana yang dituduhkan, kata Dedy, maka yang mereka sampaikan sekadar isu. "Dan putusan Bawaslu itu tetap tidak ada pengaruhnya terhadap hasil perhitungan suara KPU," Dedy menegaskan,

Dedy mengatakan, Seknas Jokowi tetap mendukung KPU untuk menyelesaikan penghitungan suara hasil pemilu 17 April 2019. Seknas juga meminta tim BPN Prabowo-Sandi membuktikan kecurangan yang selama ini dituduhkan dengan data yg sah secara hukum. (oca/*)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. de'fara @shahiaFM17 Mei 2019 | 20:54:27

    Setuju !!! ... tdk bisa menunjukkan bukti2x yg kongrit, bearti keputusan KPU mutlak.

Back to Top