Kubu 01 Jawab Tudingan 02 Soal Penggelembungan Suara

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin angkat bicara soal tudingan adanya penggelembungan suara yang disampaikan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Juru bicara paslon 01 Arya Sinulingga dalam konferensi pers di Posko Cemara, Kamis (16/5), menilisik tudingan kubu paslon 02 yang dipublikasikan pada acara 'Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat.

"Mereka bilang ada penggelembungan data di Jawa Timur, padahal itu disebabkan partisipasi Pilpres yang sangat tinggi," kata Arya.

Ia kemudian menununjukkan surat suara sah pada Pilkada Jatim 2018 yang mencapai 19,5 juta. Kemudian pada Pilpres 2019 tercatat 24,7 juta surat suara.

Menurut Arya, lonjakan ini bukan karena penggelembungan melainkan disebabkan tingkat partisipasi pemilih yang meningkat.

"Jadi wajar saja kalau suara sah juga naik karena tingkat partisipasi tinggi. Ini bukan penggelembungan suara," ia menegaskan.

Apa yang dilakukan BPN, Arya menambahkan, merupakan penyesatan logika dan penyebaran pemahaman yang salah. "Ini adalah bentuk kebohongan terhadap rakyat," ujar Arya.

Arya juga mempertanyakan kenapa BPN tidak mempersoalkan jumlah suara yang meningkat di Provinsi Sumatera Utara. Pada Pilgub tahun lalu, partisipasi masyarakat mencapai 60 persen dan saat Pilpres menjadi 80 persen.

"Itu karena kubu 02 menang di sana. Jadi tidak bilang ada penggelembungan suara," ia menjelaskan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top