KPU Tantang BPN Adu Data Secara Terbuka

publicanews - berita politik & hukumCapres Prabowo Subianto dan anggota Dewan Pakar BPN Laode Kamaluddin. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menantang Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk adu data hasil suara Pilpres secara terbuka. Tantangan tersebut disampaikan oleh Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Menanggapi sikap BPN yang menolak hasil penghitungan suara oleh KPU, Wahyu mengatakan apa yang disuarakan capres Prabowo berbeda dengan saksi-saksi yang ikut dalam rapat pleno rekapitulasi nasional di Kantor KPU.

"Selama ini belum pernah saksi-saksi mereka menyandingkan data yang diklaim berbeda itu," ujar Wahyu di Jakarta, Rabu (15/5).

Menurutnya, tidak bijak membangun narasi kecurangan tetapi tidak pernah menunjukkan data-data yang menunjukkan tuduhan tersebut. Ia mengatakan pasangan calon maupun partai politik bisa melakukan kroscek hasil rekapitulasi KPU dengan data yang mereka pegang.

Meneriakkan kecurangan, Wahyu menambahkan, di luar rapat pleno justru memperkeruh nalar publik. "Harusnya kan disampaikan di rapat pleno jika memang ada data yang berbeda," ujarnya.

Selasa kemarin, kubu Prabowo menolak hasil penghitungan suara di KPU. BPN menyebut telah terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Anggota Dewan Pakar BPN Laode Kamaluddin mengklaim hingga Selasa (14/5) kemarin Prabowo-Sandi memperoleh 54,24 persen atau 48.657.483 suara.

Laode mengatakan, data tersebut berdasar penghitungan dokumen C1 yang berjumlah 444.976 dari 810.329 tempat pemungutan suara (TPS). Data itu sudah melebihi keperluan dari ahli stastik untuk menyatakan data valid dan memberikan kemenangan Prabowo-Sandi.

"Kecuali angka diubah atau dirampok. Kondisi kita hari ini Prabowo-Sandi adalah pemenang," ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, itu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top