Kenakan Atribut PDIP, Komisioner KPU Solo Jalani Sidang Kode Etik

publicanews - berita politik & hukumKomisioner KPU Surakarta Bambang Christanto mengikuti sidang etik oleh DKPP di Kantor Bawaslu Surakarta, Jawa Tengah, Senin (29/4). (Foto: tribun)
PUBLICANEWS, Solo - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang kode etik atas dugaan pelanggaran Komisioner KPU Surakarta Bambang Christanto.

Agenda sidang yakni penyampaian bukti-bukti dari pelapor Moch Aminnudin dari Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) berupa unggahan foto terlapor di akun Facebooknya yang mengenakan atribut PDIP.

"Tahap selanjutnya kedua pihak akan membuat kesimpulan hari ini dan hasilnya akan kita plenokan di Jakarta," kata Ketua DKPP sekaligus ketua majelis sidang Harjono, di Kantor Bawaslu Surakarta, Jawa Tengah, Senin (29/4).

Atas tudingan tersebut, Bambang menyatakan ia tidak bersalah.

"Nanti kita undang juga tim pemeriksa daerah untuk memberikan rekomendasi," ujarnya.

Sebenarnya laporan tersebut dilayangkan TARC pada 12 Februari 2019 lalu. Namun DKPP baru menjadwalkan sidang akhir April karena sesuai antrean.

Dalam sidang hari ini terlapor Bambang didampingi Ketua KPU Solo Nurul Sutarti. Nurul menegaskan KPU memiliki bukti kuat bahwa proses seleksi anggotanya tidak bermasalah.

"Kalau secara administrasi kami kuat. Dari saksi-saksi juga menguatkan kita," kata Nurul kepada wartawan usai sidang.

Di luar kantor Bawaslu Surakarta, sejumlah massa yang diduga pendukung TARC menggelar aksi unjuk rasa. Mereka membentangkan sejumlah poster berisi penolakan kepada komisioner yang dianggap tidak netral.

"Kami meminta DKPP tidak menganggap remeh masalah ini. DKPP harus memutus bersalah anggota KPU yang tidak netral," ujar salah satu peserta unjuk rasa Ahmad Sigit. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top