Polri: Hoaks Tuduhan Pencoblos Surat Suara 01 di Malaysia Pendukung 02

publicanews - berita politik & hukumPolisi Diraja Malaysia (PDRM) Kajang berjaga di lokasi penemuan surat suara Pemilu 2019 tercoblos untuk paslon 01 di sebuah rumah toko Jalan Seksyen 2/11 Kajang, Selangor. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mabes Polri membantah kabar penangkapan otak pelaku pencoblosan surat suara paslon 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Malaysia. Kepolisian juga membantah kabar pelaku merupakan pendukung paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Itu tidak ada sumber resminya. Kita pastikan itu hoaks,” kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Senin (15/4).

Menurut Dedi, belum ada pernyataan resmi dari Polisi Diraja Malaysia mengenai kasus tersebut terutama yang terkait dengan penangkapan para pelaku.

“Belum ada info resmi. Karena kita masih menunggu rilis resmi dari PDRM,” jenderal bintang satu itu menambahkan.

Kemarin, Kepala Polis Diraja Malaysia (PDRM) Mohamad Fuzi Bin Harun yang diunggah di akun Facebook resminya mengatakan polisi masih melakukan investigasi dalam kasus ini.

“PDRM sedang menjalankan siasatan bagi menentukan bentuk tindakan yang boleh diambil untuk membantu pihak berkuasa Republik Indonesia,” kata Moh Fuzi Harun.

Beberapa saksi yang telah dimintai keterangan antara lain Kelompok Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) dan Panitia Pengawas Pemilu Luar Negeri (Panwaslu LN).

Pantauan Publicanews terhadap portal berita Malaysia sepanjang kemarin hingga hari ini juga tidak menemukan pernyataan juga tidak pernyataan dari Kepolisian Malaysia yang menyebut sudah ada tersangka, apalagi merujuk pada paslon tertentu.

Namun, ada portal dalam negeri yang melempar kabar penangkapan dua tersangka pencoblos surat suara untuk 01 itu di Kuala Lumpur. Portal tersebut menuduh pelakunya dari kubu 02.

Kedua tersangka yang ditangkap PDRM yaitu Wahyu Prabowo yang bekerja di Syarikat Paket Utama Nusantara Enterprise dan Ellyzar yang merupakan pekerja di Bidan sambilan.

Ikut ditangkap Adon Ramdhan yang pada pemilu 2014 merupakan pendukung utama Prabowo Subianto. Disebutkan pula modus yang dilakukan Adon sama peris yang dilakukan 5 tahun lalu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top