Jokowi Minta Polri Usut Surat Suara Tercoblos di Malaysia

publicanews - berita politik & hukumCalon petahana Joko Widodo memberi keterangan soal surat suara tercoblos di Malaysia, usai kampanye di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/4) pagi. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Bogor - Calon petahana Joko Widodo meminta Polri mengusut tuntas kasus surat suara di Malaysia sudah tercoblos. Ia menginginkan pemilu berjalan damai, jujur, dan adil.

"Kalau terjadi pidana, Polri harus tegas melakukan tindakan hukum sepuaya pemilu ini jujur dan adil. Jangan meresahkan masyarakat," kata Jokowi usai kampanye terbuka di kawasan Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/4) pagi.

Sebagai presiden, Jokowi sudah meminta Polri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk turun lapangan mengecek kasus tersebut. Namun bukan dalam bentuk tim investigasi khusus.

"Tidak ada, kita serahkan sepenuhnya pada Bawaslu," ujar Jokowi. Jika ditemukan pelanggaran pidana pemilu, maka akan ditangani Kepolisian.

Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah tidak ada kaitannya dengan Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (PPLN) karena itu merupakan kewenangan KPU.

Kemarin, beredar video warga negara Indonesia di Malaysia menggerebek sebuah ruko kosong di Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia. Di dalam ruko tersebut ditemukan 95 kantong surat suara yang sudah tercoblos untuk paslon 01. Sementara surat suara untuk Pemilu Legislatif, sudah terlubangi atas nama caleg Nasdem Dapil Jakarta 2.

Ketua DPP Nasdem Bidang Media dan Informasi Publik menyebar rilis yang menyatakan menyerahkan kasus ini pada KPU.

Kamis (11/4) malam, komisioner Bawaslu Muhammad Afifudin membenarkan surat suara di Malaysia telah terceoblos sebelum waktunya. Sementara komisioner Rahmat Bagdja mengatakan, Bawaslu sudah mengingatkan KPU tidak menempatkan Wakil Dubes Malaysia Krishna Hannan sebagai Ketua PPLN agar tidak terjadi konflik kepentingan.

Apalagi, anak Dubes Rusdi Kirana menjadi caleg DPR dari Dapil Jakarta 2, yang meliputi Malaysia. Davin Kirana berebut kursi di Senayan lewat bendera Partai Nasdem.

Bawaslu mendapat laporan dari Panwaslu Malaysia bahwa Davin Kirana iktu acara di Kedubes Malaysia sebelum penemuan surat suara tercoblos tersebut. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top