Kapolsek di Garut Akui Diperintah Kapolres Menangkan Jokowi

publicanews - berita politik & hukumKapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Eks Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz buka kesaksian diperintah Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna untuk memobilisasi massa menangkan paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sulman bersama kapolsek di Garut lainnya untuk melakukan pendataan pendukung calon 01 ataupun 02. "Kami diperintahkan untuk melakukan penggalangan," kata Sulman di kantor Lokataru, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (31/3).

Perintah Kapolres itu, katanya, juga disertai ancaman bila gagal memenangkan paslon 01 di wilayahnya maka akan dimutasi.

Menurut Sulman, panasnya persaingan dalam pilpres tampak dari para kepala desa yang meminta perlindungan padanya setelah dipanggil Polda Jabar.

"Mereka diperiksa dalam rangka klarifikasi dana desa dan bansos. Kemudian mereka diarahkan untuk kepada paslon 01," ia menambahkan.

Polri Buru Akun @opposite6890 yang Menyebut Punya 100 Buzzer Tiap Polres

Sulman yang berbicara didampingi Direktur Lokataru Haris Azar mengatakan situasi berbalik. Ia mengaku difitnah memobilisir kepala desa untuk mendukung paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiag Uno dalam deklarasi warga pada 25 Februari 2019.

Pria yang sudah 27 tahun bergabung di Korps Bhayangkara itu dianggap tidak netral. Ia dimutasi ke Polda Jabar bagian penanganan pelanggaran.

Sebaliknya, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna membantah tegas tudingan.tersebut. "Demi Allah, sumpah, saya tidak bisa berdiri kalau ngomong begitu (perintahkan kemenangan 01), " ujarnya.

Ia menyebut Sulman dimutasi karena tidak netral saat berlangsung deklarasi kepada paslon 02. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top