Targetkan 63 Persen Suara, PDIP Ingatkan Gerak-gerik HTI

publicanews - berita politik & hukumPasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dalam debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - PDIP menargetkan kemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dalam Pilpres di angka sebesar 63,4 persen.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, target tersebut cukup realistis. Pasalnya, elektoral PDIP yang tinggi dan dukungan bersama parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK) lainnya seperti Golkar, PKB, dan PPP. Partai-partai lama ini memiliki basis kultural dan tradisional yang kuat.

"D isini tokoh-tokoh besar seperti dari NU, PKB, dan PPP bisa bergerak bersama membendung gerak-gerik HTI (ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia) yang berada di belakang Prabowo-Sandi," kata Hasto dalam rilisnya, Kamis (21/3).

Sekretaris Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini berharap koalisi pendukung Jokowi bisa bekerja bersama-sama secara efektif. Ia menginstruksikan pendukung dan simpatisan Jokowi-Ma'ruf untuk bergerak secara militan.

Hasto menambahkan, dalam rentang kampanye enam bulan elektabilitas Prabowo-Sandi hanya naik sekitar 4 persen. Ia menuduh kenaikan itu pun disertai hoaks, fitnah, dan stretegi kemenangan yang diimpor seperti fire hose of false hood.

"Bayangkan saja, dilengkapi dengan fitnah dan hoaks, Prabowo-Sandi hanya mampu naik 4 persen dalam waktu 6 bulan, dan sekarang tinggal 26 hari. Maka kami optimis Jokowi-Ma'ruf Amin menang semakin tebal,” Hasto menegaskan.

Dalam survei yang diselenggarakan Litbang Kompas, pasangan Prabowo-Sandi menunjukkan kenaikan elektabilitas mencapai 4,7 persen. Sedangkan Jokowi-Ma'ruf malah turun 3,4 persen.

Hasil survei menunjukkan elektabilitas pasangan 01 sebesar 49,2 persen dan kubu 02 meraih 37,4 persen. Sementara pemilih yang masih merahasiakan pilihannya 13,4 persen.

Survei dilakukan pada 22 Februari 2019 hingga 5 Maret 2019 melibatkan 2.000 responden yang tersebar di 34 provinsi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top