Bawaslu Panggil Dosen UIN Maliki Karena Postingan Facebook

publicanews - berita politik & hukumProses klarifikasi di Kantor Bawaslu Kota Malang. (Foto: malangvoice)
PUBLICANEWS, Malang - Bawaslu Kota Malang meminta klarifikasi Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, AH, yang diduga melanggar netralitas.

"Soal postingan mendukung salah satu paslon di Pilpres 2019, yakni paslon nomor urut 02 di Facebook," kata Ketua Bawaslu Kota Malang Alim Mustofa kepada wartawan, Senin (11/3).

Pelanggaran itu berkaitan dengan status AH sebagai aparatur sipil negara (ASN). AH pun mengakui kesalahannya dan bisa disangka melanggar netralitas ASN.

"Tentunya pelanggaran etik. AH bisa dijerat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN karena postingan itu," ujarnya.

Alim menjelaskan secara koperatif bahwa postingan tersebut dibuat sengaja di akun pribadinya. Namun ia tidak menyadari bahwa hal itu tindakan melanggar.

"Hasil pleno akan diserahkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk menindaklanjuti," Alim menuturkan.

Alim mengatakan, sudah empat ASN diperiksa soal keterlibatannya mendukung kandidat di Pilpres 2019. Pegawai UIN Maliki sudah dua orang diduga melanggar. Sebelum AH, ada MA yang jadi caleg DPRD Kota Malang.

"AH kasus keempat, dua pegawai Pemkot Malang, dan dua dari UIN Maliki," Alim menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top