KPU Larang Yel-yel Serang Lawan dalam Debat Cawapres

publicanews - berita politik & hukumKomisioner KPU Wahyu Setiawan. (Foto: rumahpemilu.org)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membentuk Komite Damai guna memastikan Debat Cawapres pada Minggu (17/3) mendatang berlangsung aman dan tertib.

"Kemarin disepakati itu terdiri dari perwakilian (paslon) 01, perwakilan (paslon) 02, dari KPU dan Bawaslu," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantornya, Senin (11/3).

Pembentukan Komite Damai, Wahyu menambahkan, berkaca pada Debat Capres pada Minggu (17/2) lalu yang dinilai menimbulkan sedikit kegaduhan. KPU sebagai pihak penyelenggara membuat regulasi agar debat selanjutnya berjalan baik.

"Komite Damai ini dimaksukan untuk mengatasi jika ada permasalahan sepanjang debat," ujarnya.

Dalam pengaturan debat, KPU mempersilakan para pendukung kedua paslon melakukan yel-yel di dalam ruangan debat hanya saat off air.

Wahyu mengingatkan, yel-yel dukungan hanya ditujukan pada jagoan masing-masing, bukan untuk menyerang lawan. Peraturan tersebut baru akan diterapkan pada debat ketiga nanti.

"Jadi, tidak boleh ada yel-yel yang bersifat provokatif, menyerang kandidat lain," ia menegaskan.

Komite Damai akan bertindak apabila ditemukan indikasi provokatif yang menimbulkan kegaduhan. Mekanismenya, komite akan memberikan teguran sebagai peringatan awal.

"Tidak menutup kemungkinan jika diperingatkan berkali kali tidak tertib, maka bisa saja yang bersangkutan dikeluarkan dari arena debat," Wahyu menjelaskan.

Para pendukung kedua paslon tidak diperbolehkan membawa atribut kampanye dalam ruangan. Jumlah pendukung akan dibatasi 450 orang.

Debat ketiga nanti menasmpilkan kedua cawapres, yakni Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3). Tema debat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top