Heboh Running Text Prabowo-Sandi, Bawaslu Sidak ke SD

publicanews - berita politik & hukumRunning text bertulis Prabowo-Sandi di SD Galunggung Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, Sabtu (9/3). (Foto: Ayotasik.com)
PUBLICANEWS, Tasikmalaya - Badan Pegawasan Pemilu (Bawaslu) Tasikmalaya menanggapi heboh running text atau teks berjalan bertulis 'Prabowo-Sandi SD Galunggung' Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (9/3) malam.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Tasikmalaya Enceng Fuad Syukron telah menginstruksikan jajarannya menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Galunggung guna memastikan kejadian itu.

"Iya betul ada running text itu, kami akan melakukan pendalaman lebih dulu dan dibahas dalam rapat pimpinan Bawaslu lainnya," kata Enceng kepada wartawan, Minggu (10/3).

Ia membenarkan Bawaslu Tasikmalaya telah menerima laporan dari pihak sekolah. Bawaslu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Tasikmalaya dan polisi guna menelusuri oknum yang melakukan.

"Kami belum bisa memutuskan hasil keputusannya. Nanti setelah rapat ya," ujar Enceng.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiman Sanusi menduga layar tulisan pemberian wali murid tersebut diretas oknum tak bertanggung jawab.

"Sekolah hanya diberi tahu cara menyambungkan ke saya listrik ajah, enggak dikasih perangkat lain," kata Budi.

Berdasarkan keterangan pihak sekolah, tulisan layar tersebut semula menampilkan ucapan selamat datang di sekolah, namun sudah berganti menjadi tulisan Prabowo-Sandi hingga viral di media sosial.

Kepsek SDN Galunggung Nana Hermawan pun mengaku kaget atas kejadian tersebut. Ia membenarkan munculnya tulisan berunsur kampanye itu.

"Saya kaget mendapati kabar ada running text Prabowo-Sandi di sekolah. Saya langsung cek bersama polisi dan Bawaslu ke sekolah," Nana mengungkapkan.

Nana menyatakan tidak mengetahui mekanisme pada perangkat elektronik tersebut. "Saya terima pasang enggak tahu pasword terima pasang ajah," Nana menambahkan.

Saat ini perangkat elektronik tersebut menjadi barang bukti untuk diperiksa Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) soal ada atau tidaknya unsur kesengajaan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top