Jokowi Serukan Lawan Hoaks Penghapusan Azan

publicanews - berita politik & hukumCapres Joko Widodo memberi sambutan deklarasi Alumni Jabar Ngahiji di Monumen Perjuangan Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/3). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Bandung - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo kembali menyerukan semua pihak untuk tidak begitu saja menerima kabar bohong. Ia mengingatkan bahwa hoaks bisa membahayakan kerukunan bangsa Indonesia.

"Jangan sampai berita-berita hoas, kabar fitnah, cara tidak beretika, cara tidak bertata krama, kita jadi kelihatan tidak bersaudara," ujar Jokowi dalam acara deklarasi dukungan Alumni Jabar Ngahiji' di Monumen Perjuangan Rakyat atau Monju Jawa Barat, Bandung, MInggu (10/3).

Alumni Jabar Ngahiji merupakan gabungan dari alumni perguruan tinggi, SMA, relawan, dan komunitas Jabar pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Jokowi mencontohkan kabar bohong tersebut, antara lain, isu akan ada penghapusan adzan hingga pendidikan agama ditiadakan jika ia menang lagi. Ia meminta kabar palsu tersebut harus dilawan, bukan didiamkan saja.

"Coba kita lihat isu di bawah, katanya kalau kita menang adzan dilarang, pendidikan agama akan dihapuskan. Logikanya di mana? Logikanya tidak masuk," Jokowi menegaskan.

Jokowi Bantah Akan Legalkan Pernikahan Sejenis Jika Menang

Menurutnya, berdasarkan survei, ada 9 juta masyarakat yang mempercayai hoaks tersebut. Bila didiamkan bukan tidak mungkin jumlah masyarakat yang percaya berita bohong akan bertambah.

"Kalau tidak melawan bisa jadi 15 juta, 20 juta, 30 juta orang percaya. Harus kita lawan yang ini. Jawabnya seperti bapak ibu teriakkan, lawan!," Jokowi menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. de'fara @shahiaFM10 Maret 2019 | 19:29:22

    Betul, hoak memang harus dilawan, dan yg penting lg, akal yg mendapat hoak untuk lebih berpikir secara logika, jgn ditelan mentah2x.

Back to Top