Kapuas Hulu

Caleg Bagi-bagi Tong Air, Bawaslu: Bukan Pelanggaran

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Kapuas Hulu - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menyatakan tidak ada pelanggaran kampanye dalam pembagian tong oleh seorang calon anggota legislatif (caleg).

"Tong air itu milik salah satu anggota DPRD Kapuas Hulu yang juga caleg pada Pemilu 2019," kata komisioner Haidir seusai acara Media Gathering, di Cafe Rainbow Putussibau, KapuasHulu, Jumat (8/3).

Haidir sudah mendapat informasi pembagian tong air tersebut berkaitan momen kampanye pemilu. Pembagiannya pun sudah tersebar di sejumlah daerah setempat.
 
Bawaslu Kapuas Hulu telah memanggil caleg yang bersangkutan. Dari hasil pemeriksaan tidak terbukti adanya. pelanggaran pemilu.
 
Pembagian tong air itu adalah salah satu program pembinaan yang diterapkan kepada masyarakat. Adapun yang melakukan pembagian adalah pihak ketiga, yakni penyedia jasa (kontraktor).

"Memang salah satu anggota dewan itu hadir saat penyerahan bantuan, namun hanya memastikan bantuan itu benar-benar diterima oleh masyarakat," Haidir menuturkan.
 
Bawaslu Kapuas Hulu tidak bisa memproses lebih lanjut karena tidak ada bukti pelanggaran dalam pembagian tong air tersebut.
 
Sementara, warga Putussibau Selatan, Rusdy, menilai adanya indikasi pelanggaran terselubung. Ia meminta Bawaslu Kapuas Hulu lebih teliti dalam menangani persoalan pembagian tong air tersebut.
 
"Jika itu anggaran pokok-pokok pikiran legislatif tahun 2018, kenapa realisasinya di awal tahun 2019, seharusnya anggaran 2018 berakhir pada 31 Desember 2018," ujar Rusdy.
 
Rusdy menaruh curiga karena derahnya, Kecamatan Putussibau Selatan, tidak mengalami kesulitan air lantaran ada PDAM. "Masih banyak daerah di Kapuas Hulu yang kesulitan penampung air bersih, mengapa justru tidak mendapatkan tong air," Rusdy menegaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top