KPU Coret 174 DPT Warga Asing

publicanews - berita politik & hukumKomisioner KPU Viryan Azis. (Foto: kpu.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan sampai saat ini jumlah warga negara asing (WNA) memegang KTP elektronik sebanyak 1.680 orang.

"Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) telah menyerahkan kepada KPU kemarin 103 WNA yang ada dari 1.680," kata Komisioner KPU Viryan Azis kepada wartawan di kantornya, Jumat (8/3).

Ia menjelaskan, KPU langsung menurunkan data tersebut ke KPU daerah dan menginstruksikan agar dicek dan coret nama WNA yang masuk daftar pemilih tetap (DPT).

"Sudah dicoret semua dua hari lalu dan sudah kami jelaskan tersebar di 29 negara, mayoritas dari negara Jepang," ujar Viryan.

Viryan menjelaskan, ada dua alasan KPU tidak bisa mendeteksi hal tersebut. Pertama, warna e-KTP WNA dan WNI sama. Kedua, NIK-nya sangat identik dengan NIK yang dimiliki WNI.

"Kondisi tersebut membuat jajaran kita tidak tahu kalau yang bersangkutan adalah WNA," Viryan menandaskan.

KPU belum pernah mendapat desakan mencoret WNA yang masuk dalam DPT. Viryan juga membantah soal KPU secara sengaja memasukkan tenaga kerja asing (TKA) yang jumlahnya besar.

"Ada yang menyebut jutaan TKA, itu tidak benar dan sudah terkonfirmasi," ia menegaskan.

Dari laporan KPUD, selain 101 data yang sudah dicoret bersumber dari Dukcapil, jajaran KPU juga mencoret 73 warna yang ada di DPT. "Jadi totalnya 174," Viryan menambahkan.

Diketahui WNA yang masuk dalam DPT tersebar hampir di seluruh Indonesia. Terbanyak ditemukan ada di Bali. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top