Mien Uno Minta TKN Minta Maaf Soal 'Sandiwara Uno'

publicanews - berita politik & hukumSandaiga Uno ditolak pedagang Pasar Labuhanbatu, Sumatera Utara pada 11 Desember 2018. (Foto: Grup WA Jurnalis Medan)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mien Uno, ibunda cawapres Sandiaga Salahuddin Uno, menantang pihak yang menuding ada 'sandiwara Uno' untuk minta maaf. Sebagai ibu kandung, Mien sakit hati atas tuduhan tersebut.

"Jadi sekarang, kalau ada orang yang mengatakan itu 'Sandiwara Uno', dia harus minta maaf kepada ibunya yang melahirkan dan mendidik Mas Sandi dengan segenap tenaga untuk menjadi orang yang baik," kata wanita pengusaha itu di Media Center Prabowo Subianto-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/2) kemarin.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, mengatakan sebagai hal yang manusiawai. Namun, politikus PKB itu bersikukuh bahwa sandiwara itu nyata.

"Banyak fakta yang dilakukan dalam langkah politik Mas Sandi itu diduga dibangun atas sandiwara-sandiwara dan itu dapat dibuktikan," ujar Karding kepada wartawan, Selasa (12/2).

TKN Jokowi-Ma'ruf, Karding menambahkan, mempersilakan bila hal itu hendak diproses lewat jalur hukum. "Kalau mau dilaporkan ke penegak hukum, monggo saja," kata mantan Sekjen PKB itu.

Hal senada disampaikan juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily. Namun, ia menyayangkan pelibatan Mien Uno dalam kasus itu.

"Para politisi sebaiknya jangan dikit-dikit libatkan ibu atau orang tua untuk melindungi kita. Kasihan beliau. Harusnya cukup dengan restu dan doa," kata Ace di Gedung DPR, Senayan, pagi ini.

Politikus Partai Golkar ini kemudian mencontohkan Joko Widodo (Jokowi) yang selama empat tahun ini selalu dirundung caci maki, fitnah, dan direndahkan tetapi tidak melibatkan orangtua.

Ia berpesan agar dalam berpolitik harus berbasis nilai moral, etika, dan kejujuran. "Tudingan bersandiwara pun tidak disematkan," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini.

Diketahui Sandiaga Uno dua kali dituding melakukan sandiwara ketika kampanye. Kejadian pertama ketika ia mendapat penolakan pedagang Pasar Labuhanbatu, Sumatera Utara pada 11 Desember 2018 lalu.

Kemudian, aksi korban bencana banjir di Makassar yang terkesan melumuri lumpur. Ganjilnya, pria itu tampak berlumpur bagian dada tetapi area punggung nampak kinclong. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top