Muchdi Pr Dukung Jokowi, Memecah Suara Cendana?

publicanews - berita politik & hukumTommy dan Titiek Soeharto membidani kelahiran Partai Berkarya. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Petahana Presiden Joko Widodo mendapat dukungan seribu purnawirawan TNI dan Polri. Deklarasi dukungan digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/2). Berderet jenderal purna tugas berikrar mendukung Jokowi dilipih sekali lagi.

Purnawirawan itu dikomandoi Laksamana TNI (Purn) Arief Koeshariadi. Dalam barisan ini terdapat Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, Jenderal (TNI) Subagyo HS dan Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh.

Ada pula Laksamana Madya TNI (Purn) Freddy Numberi dan Marsekal (TNI) Agus Supriyatna, Jenderal Pol (Purn) Bimantoro, Jenderal Pol (Purn) Roesmanhadi, dan Jenderal Pol (Purn) Da'i Bachtiar.

Bahkan, sosok kontroversial Majend TNI (Purn) Muchdi Purwoprandjono ikut hadir. Muchdi Pr pernah disidang dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Namun, majelis hakim menyatakannya bersih dari kasus itu.

Muchdi yang pernah memimpin pasukan elite Kopassus juga diketahui sangat dekat dengan Prabowo Subianto. Bahkan, ia ikut membidani kelahiran Partai Gerindra.

Ia tercatat sering pindah-pindah partai, pernah masuk PPP, kemudian bergabung di partai milik trah Cendana, Partai Berkarya. Di partai besutan putra Presiden ke-2 RI Soeharto, Hutomo Mandala Putra (Tommy), ia duduk sebagai anggota Majelis Tinggi sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Berkarya

Muchdi mengaku kehadirannya dalam deklarasi pada Minggu kemarin dilatari keberhasilan Jokowi dalam membangun bangsa. Ia mengaku bangga dengan berbagai pembangunan yang dilakukan Jokowi.

"Itu selama reformasi 15 tahun tidak dilakukan presiden siapapun. Itu kenapa saya memilih Jokowi sebagai capres 2019," katanya.

Bahkan, ia menyebut apa yang telah dicapai Jokowi tidak bisa dilakukan Prabowo dalam lima tahun ke depan. "Saya kira, itu mungkin tidak bisa dilakukan oleh Pak Prabowo 5 tahun ke depan," ujarnya.

Sikap Muchdi mendukung Jokowi pernah ia lontarkan ketika PPP mendukung Prabowo pada Pilpres 2014. Saat itu, ia menyatakan pilihan berbeda dengan suara resmi partai berlambang Ka'bah itu.

Manuver dukungan Muchdi ke kubu 01 disesalkan Partai Berkarya. Sekjen Priyo Budi Santoso buru-buru menegaskan langkah Muchdi adalah pilihan pribadi.

"Sikap Pak Muchdi adalah pendapat dan manuver pribadi beliau yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Partai Berkarya," ujar Priyo dalam keterangannya, Senin (12/2).

Mantan politikus Partai Golkar ini menegaskan, Partai Berkarya tetap pada garis keputusan mendukung penuh Prabowo-Sandi.

Priyo memerintahkan seluruh kader agar fokus pada dwisukses, yaitu sukses di legislatif dan sukses Prabowo sebagai presiden. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top