Diperiksa Bawaslu Karena Hadiri Deklarasi Jokowi, Wabup Brebes 'No Comment'

publicanews - berita politik & hukumWakil Bupati Brebes Narjo. (Foto: Youtube)
PUBLICANEWS, Brebes - Wakil Bupati Brebes Narjo enggan berkomentar setelah lebih dari satu jam menjalani pemeriksaan di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (7/2).

Politisi PDIP itu dimintai keterangan sebagai saksi atas keikutsertaannya dalam deklarasi dukung paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin oleh 31 kepala daerah di Hotel Alila, Solo, 26 Januari 2019 lalu.

"Tidak tidak... no comment ya," ujar Narjo setelah keluar dari ruang pemeriksaan, ia menerobos awak media di Kantor Bawaslu Kabupaten Brebes.

Narjo tiba di Bawaslu Brebes sekitar pukul 11.30 WIB didampingi ajudan pribadinya. Turun dari mobil, ia bergegas ke ruangan dan melewati sejumlah wartawan yang menunggu kedatangannya sejak pagi.

Pemeriksaan berjalan lebih dari satu jam secara tertutup. Awak media yang menunggu di luar tidak diperkenankan mengambil gambar. Sekitar pukul 13.00 WIB, wakil dari Bupati Idza Priyanti itu keluar dari ruangan.

Saat keluar, ia kembali enggan berkomentar dan menerobos awak media yang ingin minta tanggapan pemeriksaan.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Brebes Yunus Awaludin Zaman menjelaskan, pemeriksaan tersebut sebagai mandat dari Bawaslu Provinsi Jawa Tengah untuk memeriksa kepala daerah maupun wakilnya yang ikut deklarasi salah satu pasangan capres.

"Jadi kami hanya diperintah Bawaslu Jateng untuk memintai keterangan dan klarifikasi terhadap para saksi," ujar Yunus.

Laporan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) terhadap deklarasi capres awalnya ditujukan ke Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, namun penanganannya dilimpahkan ke Bawaslu Brebes.

Yunus mengatakan, Narjo mengaku kedatangan dalam acara deklarasi tersebut hanya memenuhi undangan seniornya di PDIP Ganjar Pranowo.

"Bukan sebagai kepala daerah namun sebagai kader partai. Hadir ke sana juga di luar hari kerja, yaitu Sabtu," kata Yunus menirukan pengakuan Narjo.

Narjo menegaskan kepada Bawaslu Brebes, bahwa ia tidak menggunakan fasilitas dinas. "Mobil pinjam kakaknya, sopir dan ajudan juga tidak ikut. Dia berangkat bareng kader partai," Yunus menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top