Bawaslu Hentikan Kasus Pose Dua Jari Gubernur DKI

publicanews - berita politik & hukumGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bawaslu Kabupaten Bogor memutuskan menghentikan penanganan dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Bogor bidang Penindakan Pelanggaran Abdul Haris mengatakan, pose dua jari tersebut sulit dibuktikan.

"Kami mengambil kesimpulan laporan dugaan pelanggaran sulit untuk dibuktikan. Jadi (penanganan) berhenti sampai di sini, tidak ada kelanjutannya" ujar Abdul dalam jumpa pers, Jumat(11/1) malam.

Abdul mengatakan, Konferensi Nasional Partai Gerindra merupakan acara tertutup yang rutin dan bukan agenda kampanye

Bahkan, sebelum mengikuti acara konferensi ini, Anies sudah mengajukan surat pemberitahuan ke Kemendagri.

Berdasarkan hasil analisa, kajian, serta proses klarifikasi yang sudah dilakukan maka terdapat sejumlah fakta.

1. Kegiatan konferensi nasional Partai Gerindra merupakan kegiatan internal yang rutin dilaksanakan tiap tahun sebagai konsolidasi partai.

2. Terlapor diundang sebagai Gubermur DKI Jakarta dan sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada Kemendagri bahwa yang bersangkutan akan menghadiri kegiatan konferensi nasional partai Gerindra di SICC Sentul Bogor.

3. Terkait simbol 2 jari yang ditampilkan saat berpidato saudara terlapor menyatakan bahwa itu merupakan bentuk salam kemenangan tim sepak bola Persija, salam literasi gemar membaca, dan simbol hubungan vertikal dan horzontal.

Anies Baswedan dilaporkan ke Bawaslu usai berpose dua jari saat mengikuti Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, Kabupaten Bogor, pada 17 Desember 2018. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top