Revisi Ditolak, Kubu Prabowo Ingatkan Perubahan Foto Jokowi-Ma'ruf

publicanews - berita politik & hukumTampilan visi misi pasangan Pilpres 2019 Prabowo-Sandi (Foto: Instagram/prabowosandi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kubu Prabowo-Sandi mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menjaga sikap konsisten mereka. Menurut Wakil Ketua Dewan Penasihat tim nomor urut 02 Hidayat Nur Wahid, KPU pernah mengubah nomor urut paslon Pilpres menjai 01 dan 02.

"Foto juga berubah, terutama Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf, itu juga berubah ternyata. Ya, harusnya KPU konsisten kalau itu dimungkinkan," kata mantan Presiden PKS itu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/1).

Hidayat menyampaikan hal itu menanggapi tertutupnya peluang Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi melakukan revisi terhadap visi-misi.

Seperti diketahui, Jokowi-Ma'ruf mengubah foto di surat suara. Awalnya, pasangan ini mengenakan baju putih. Tim nomor urut 01 kemudian mengubah Jokowi dengan baju koko plus peci hitam.

Pernyataan senada diutarakan Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurutnya, tidak ada perubahan signifikan dalam visi misi, melainkan sekadar perubahan estetika. Misalnya, soal layout dan bahasa agar mudah dipahami.

"Ya kebutuhan publik agar mudah dibaca dan kebutuhan estetika saja," kata Dahnil, siang ini.

Berpeci dan Surban, Foto Resmi Jokowi-Ma'ruf Amin di Surat Suara Pilpres

Penjelasan Dahnil ini bisa dibaca sebagai sanggahan atas kritik kubu Jokowi-Ma'ruf Amin yang secara berlebihan menyebut perubahan mencapai 99 persen.

Mengenai perubahan tagline dari 'Adil Makmur Bersama Prabowo-Sandi' menjadi 'Indonesia Menang', hal itu mengikuti aspirasi masyarakat. Dahnil mengatakan, secara umum tidak banyak substansi yang diubah.

"Substansi-substansinya tidak banyak berubah kecuali tata bahasa dan estetika saja," ujarnya.

Terpisah, Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin mengatakan tidak mempersoalkan bila KPU menolak perubahan visi dan misi Prabowo-Sandi.

"Bagi kami tidak masalah. Karena itu bisa disampaikan saat debat capres atau saat kampanye ke masyarakat," ujar Suhud, Jumat siang. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top