KPU Pertimbangkan Perubahan Visi dan Misi Prabowo-Sandi

publicanews - berita politik & hukumPasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Foto: Twitter/@sandiuno)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerima surat perubahan visi-misi pasangan Pilpres 2019 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Surat bertanggal 9 Januari 2019 akan segera dibalas KPU.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, surat dari Badan Pemenangan Nasional berisikan perubahan visi-misi dan program dari pasangan calon capres-cawapres nomor urut 02.

"Nanti, karena itu surat resmi, tentu saja KPU akan menjawab secara resmi kepada Badan Pemenangan Nasional, tim kampanye 02," ujar Wahyu kepada media, Jumat (11/1).

Menurut Wahyu, perbaikan dokumen visi-misi dan program kandidat Pilpres pada prinsipnya tidak bisa dilakukan lagi. Hal itu merupakan bagian dari tak terpisahkan dari proses pendaftaran.

"Karena posisi regulasinya begitu, maka sudah tidak dimungkinkan lagi ada perubahan visi-misi, program dari pasangan capres dan cawapres," Wahyu menegaskan.

Sebagai bagian dari proses pendaftaran, Wahyu menambahkan, maka tahapannya sudah berlalu. Meski demikian, andaikan perubahan itu disampaikan saat kampanye, maka KPU tidak akan mempermasalahkan.

KPU berpedoman pada dokumen yang disetor awal pada saat pendaftaran. Dokumen itu pula yang akan ditampilkan dalam publikasi KPU.

Perubahan itu tampak dari sampul muka visi-misi Prabowo-Sandi dengan tagline 'Indonesia Menang'. Ketebalan visi-misi dan program yang semula 14 menjadi 45 halaman.

Jubir BPN Andre Rosiade kepada wartawan mengatakan perubahan itu dilatari aspirasi warga saat ditemui Prabowo dan Sandi dalam beberapa bulan ini.

"Diubah agar bahasanya lebih dipahami rakyat, memperkuat referensi visi-misi berlandaskan Pancasila dan UUD '45, perlu ada penegasan bahwa Prabowo-Sandiaga ingin kembalikan pembangunan ekonomi berlandaskan konstitusi Pasal 33 UUD 1945," kata Andre siang ini.

Kubu Jokowi-Ma'ruf menanggapi perubahan minor tersebut dengan mengatakan sebagai menjiplak paslon nomor urut 01. Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily mengatakan, perubahan berkas tersebut 99 persen isinya menjiplkak.

Sedangkan Sekjen Partai Nasdem melihat kubu Prabowo-Sandi menyatakan, perubahan visi-misi merupakan salah satu wujud inkonsistensi.

"Baik itu inkonsistensi kebijakan, inkonsistensi program, dan inkonsistensi perspektif terkait Indonesia," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top