Pertanyakan 7 Kontainer Surat Suara 'Bodong', Wasekjen MUI Dipolisikan Relawan Jokowi

publicanews - berita politik & hukumWakil Sekjen MUI Tengku Zulkarnain (Foto: Ummat)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ustad Tengku Zulkarnaen dilaporkan ke polisi atas dugaan penyebaran berita bohong masuknya tujuh kontainer surat suara bodong. Terbaru, laporan dibuat oleh Relawan Jokowi Mania (Jo-Man).

Ketua Jo-Man Immanuel Ebenezer menilai cuitan Wakil Sekjen MUI itu melalui akun @ustadtengkuzul sebagai upaya mendelegitimasi pemilu.

"Ini narasi mengerikan, ini berita terbohong di republik ini. Mereka mencoba mendeligitimasi pemilu yang akan berlangsung hari ini. Ini bahaya," ujar Immanuel berapi-api, seusai melapor di Bareskrim, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (4/1).

Laporan diterima Bareskrim dengan nomor LP/B/0019/I/2019/BARESKRIM. Zulkarnain dilaporkan atas pasal 14 ayat (1) (2) dan atau pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1945.

Sebelumnya, Zulkarnaen telah meyampaikan klarifikasi atas cuitannya. Ia mengatakan bermaksud mempertanyakan kebenaran kabar adanya tujuh kontainer surat suara tercoblos dari Tiongkok itu.

Menurutnya, hanya sekitar 2 atau 3 menit mengunggah cuitannya. Setelah itu ia hapus. Zulkarnaen menambahkan, dalam cuitannya ia menyertakan tanda tanya.

"Maka saya pakai tanda tanya. Masak nggak boleh tanya? Itupun 2 menit saya hapus," ujarnya kepada wartawan siang ini.

Berikut kalimat lengkap dari cuitan pria asal Aceh yang selalu mengenakan sorban tersebut.

"7 kontainer surat suara Pemilu yang didatangkan dari China sudah tercoblos untuk pasangan nomor 01? (Menyebut salah satu stasiun TV, red). Nampaknya Pemilu sudah dirancang untuk curang? Kalau ngebet banget apa tidak sebaiknya buat surat suara permohonan agar capres yang lain mengundurkan diri saja? Siapa tahu mau". (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top