Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tiongkok, TKN Bakal Polisikan Andi Arief

publicanews - berita politik & hukumAndi Arief. (Foto: Twitter/@AndiArief_)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin akan memperkarakan cuitan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief soal tujuh kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Wakil Ketua TKN Arsul Sani menyebut isu tersebut sebagai hoaks.

"TKN akan membawa kasus penyebaran hoaks yang diduga dilakukan oleh Andi Arief ini ke ranah hukum," ujar Arsul Sani kepada wartawan, Kamis (3/12).

Namun, pintu maaf akan diberikan andai aktivis '98 itu mengakui telah menyebarkan kabar bohong. "Kecuali yang bersangkutan secara terbuka meminta maaf dan mengakui perbuatan menyebarkan hoaks tersebut," Sekjen PPP itu menambahkan.

Berbeda dengan kubu Jokowi, Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai tindakan koleganya itu sudah sangat tepat.

Ia menilai, cuitan Andi justru mencegah agar hoaks itu tidak menjadi liar di masyarakat. "Nah, maka itu lebih baik disampaikan, ditanyakan agar tidak menjadi hoaks," ujarnya, pagi ini.

Kemarin, Andi mencuit soal beredarnya rekaman suara seorang pria yang mengabarkan adanya pengiriman 7 kontainer surat suara di Pelabuhan Tanjung Priok. Menurut pengirim kabar, surat suara tersebut sudah dicoblos untuk paslon capres tertentu.

"Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar 1," ujar Andi melalui akun @Andi Arief_, Rabu (2/1).

Menyusul rumor tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bergegas ke Pelabuhan Tanjung Priok. Ketua KPU Arief Budiman menyatakan kabar tersebut hoaks.

Ngak ada 7 kontiener itu alias hoaks. Kita sudah laporkan ini ke Cyber Crime Mabes Polri, mereka juga sedang melakukan penelusuran ini,” katanya di Tanjung Priok, Kamis (3/1) dini hari.

Arief menambahkan, tidak ada surat suara asal Tiongkok yang sudah tercoblos di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok. Menurutnya, tidak benar juga ada anggota TNI AL yang menemukan itu ataupun KPU menyita satu kontainer yang sudah terbuka.

“Semua berita itu bohong. Pokoknya siapa yang menyebarkan berita ini, dia harus ditangkap,” Arief menegaskan.

Andi membenarkan cuitan tersebut telah terhapus. Ia menegaskan, sekadar mengimbau agar aparat mengecek kebenaran rumor surat suara yang telah tercoblos. KPU juga telah mendengar kabar tersebut.

"Silahkan saja kalau saya mau dilaporkan, tinggal aparat hukum mau berfihak pada Hasto Sekjen PDIP yang b*t* huruf membaca tuit saya , atau berfihak pada saya yang ingin menyelamatkan pemilu supaya jurdil," Andi kembali mencuit, pagi ini. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah03 Januari 2019 | 13:01:35

    Wadooh....dilaporin ke polisi loh.... kapok loh....

Back to Top