Prabowo Dituding Hoaks Soal GAM Aceh

publicanews - berita politik & hukumPrabowo Subianto dan Muzakir Manaf (tengah) ziarah di pemakaman massal korban tsunami di Desa Siroen, Aceh, Senin (25/12). (Foto: Twitter/@prabowo)
PUBLICANEWS, Aceh - Capres Prabowo Subianto terlihat akrab dengan mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf, yang kini menjadi Ketua Dewan Penasihat Gerindra Aceh. Keduanya bertemu saat capres nomor urut 02 itu memperingati 14 tahun bencana Tsunami di Aceh, Rabu (26/12).

Saat itu Prabowo mengatakan, ketika menjabat Pangkostrad pernah mengejar Muzakir dan sebaliknya ia menjadi target GAM untuk dilenyapkan. Ketua Umum Partai Gerindra ini juga mengungkapkan peran ayahnya dalam pembelian pesawat terbang pertama Indonesia dari Aceh.

Namun, pernyataan mantan Danjen Kopassus itu disanggah Ketua Arus Baru Indonesia (ARBI) Aceh Helmy N Hakim. Ia menyebut apa yang disampaikan Prabowo itu hoaks. "Ini hoaks sejarah yang ditiup ke rakyat Aceh," katanya, Jumat (28/12).

Menurut Helmy, Muzakir yang populer sebagai Mualem atau ahli perang itu belum menjabat Panglima GAM saat Prabowo berpangkat Letjen TNI dan menjadi Pangkostrad.

Mualem dilantik sebagai Panglima GAM pada 2002 setelah Panglima GAM Teungku Abdullah Syafie ditembak oleh TNI di Jimjiem Pidie Jaya pada Januari 2002.

"Jadi kapan Prabowo memburu Mualem sebab ketika Mualem jadi Panglima GAM, Prabowo sudah berstatus dipecat dari tentara," ujarnya.

Prabowo juga dinilai berbohong soal peran ayahnya Soemitro Djojohadikoesoemo sebagai penggalang dana pembelian pesawat terbang pertama untuk Indonesia yang diberi nama Seulawah.

"Dalam sejarah pembelian pesawat Seulawah tidak pernah ada nama Soemitro. Apalagi ikut menggalang dana," ujarnya. Helmy menambahkan, penggalangan dana dilakukan Abu Beureueh, Gasida, dan lainnya.

Hingga berita ini dibuat, belum ada tanggapan dari Prabowo atau yang mewakilinya soal tuduhan tersebut. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top