Inginkan Kemenangan Prabowo, SBY Tak Mau Diganggu

publicanews - berita politik & hukumPertemuan SBY dan Prabowo didampingi Agus Harimurti di rumah SBY di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12) sore. (Foto: Twitter/@PDemokrat)
PUBLICANEWS, Jakarta - Calon Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ini pertemuan pertama setelah penetapan Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup hampir dua jam itu semula berlangsung empat mata antara SBY dan Prabowo. Kemudian menyusul Agus Harimurti Yudhoyono.

Usai pertemuan yang berlangsung di kediaman SBY di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12), SBY dan Prabowo menggelar jumpa pers.

Presiden ke-6 RI mengatakan Demokrat dan Gerindra akan berusaha memenangi Pilpres dan Pileg 2019.

"Kami tentu ingin Pak Prabowo memenangi pemilihan presiden," kata SBY. Ia juga menekankan agar kedua partai memenangkan pemilihan legislatif.

Menurut SBY, Koalisi Adil Makmur akan menjalankan politik yang baik pada masa kampanye Pilpres 2019.

Ia meminta pihak di luar untuk tidak mengganggu. “Mulai sekarang kami akan jalankan kampanye baik, mulai fokus, jadi tolong jangan ganggu kami, karena kami tak pernah ganggu siapa pun,” kata Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Pertemuan diakhiri dengan makan bersama. Prabowo sempat memuji SBY yang masih memilki intel yang hebat karena mengetahui kesukaannya masakan cakalang.

Dalam kesempatan itu Prabowo mengatakan, SBY merupakan salah satu senior yang menjadi panutannya selama berkarier di TNI.

"Beliau merupakan seorang intelijen favorit saya, juga saya terima kasih ke senior saya kalau di korps kita beliau orang yang saya hormati dan pengalaman 10 tahun memimpin negara dengan tenang dan tidak bergejolak, rakyat merasa nyaman," kata Prabowo.

Menyinggung materi yang dibahas, mantan Pangkostrad ini mengatakan dalam pertemuan itu juga dibicarakan hasil temuannya selama hampir empat bulan kampanye berjalan.

Salah satunya menyangkut soal masalah tenaga kerja asing, ekonomi, dan lonjakan penduduk. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top