Sambut Sandiaga, Kades di Mojokerto Terdakwa

publicanews - berita politik & hukumKepala Desa (Kades) Suhartono. (Foto: Beritajatim)
PUBLICANEWS, Mojokerto - Pengadilan Negeri Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (6/12), mulai menyidangkan kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Suhartono. Ia diduga melakukan money politic dalam kampanye cawapres Sandiaga Uno di Desa Sampang Agung, Mojokerto.

"Perkara ini berawal dari Jumat, 19 Oktober 2018. Terdakwa menyiapkan acara penyambutan (cawapres nomor urut dua)," kata jaksa penuntut umum (JPU) Rudy Hartono.

Terdakwa meminta istrinya mengirim pesan singkat kepada ibu-ibu PKK untuk hadir menyambut Sandi. "Ibu-ibu diminta datang berpakaian bebas, nanti akan diberikan uang Rp 20 ribu," ujar Rudy yang juga Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Mojokerto.

Pada Minggu (21/10), tiga spanduk penyambutan Sandiaga Uno pun sudah terpasang. Isi tulisan berupa ucapan selamat datang kepada cawapres nomor urut 02 tersebut.

"Di lokasi tersebut juga telah disiapkan musik patrol beserta penyanyi dan penarinya," jaksa menambahkan.

Sebelum kedatangan Sandi, terdakwa membagikan pecahan Rp 20 ribu kepada ibu-ibu PKK yang hadir. Jumlah total mencapai Rp 20 juta.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tiba di lokasi pukul 15.00 WIB. Suhartono yang mengenakan baju warna putih bertuliskan 'SAPA 2019 PRABOWO-SANDI 02' terlihat ikut mengacungkan dua jari, telunjuk dan jari tengah.

Saat itu,  Sandi selain kampanye juga berkunjung ke Wisata Pemandian Air Panas Padusan, Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Suhartono didakawa melanggar Pasal 282 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Ia terancam hukuman maksimal satu tahun penjara dan denda Rp 12 juta. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top