Timses Jokowi Tuding Puisi 'Jaenudin Nachiro Namamu' Penuh Kebencian

publicanews - berita politik & hukumFadli Zon. (Foto: Monitor)
PUBLICANEWS, Jakarta - Usai mendendangkan lagu 'Sontoloyo' bersama Ahmad Dhani, Fadli Zon mengunggah puisi berjudul 'Jaenudin Nachiro Namamu'. TKN Jokowi-Ma'ruf menduga Fadli mengaitkan pusi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendendangkan Deen Assalam ciptaan Sabyan Gambus dalam penutupan Festival Qasidah.

Ketum PPP Romahurmuziy (Romy) termasuk yang menyayangkan puisi buatan Fadli tersebut. Romy mengatakan, ia mendengar persis apa yang diucapkan Jokowi saat menutup Festival Qasidah di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (29/11) pekan lalu.

Ia mendengar langsung bahwa Jokowi menyebut 'Yahtirom' bukan 'Nachiro'. "Saya hadir di baris terdepan. Presiden mengucap yahtirom. Yang pandir yang buat puisi, tidak ikut hadir tapi mengomentari," kata Romy saat dihubungi media, Kamis (6/12).

Nada protes juga disampaikan Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf, Usman Kansong. Ia menilai puisi karya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menafikan hakikat karya seni.

"Karena syahwat politiknya lebih besar daripada cipta, rasa, dan karya, Fadli Zon memperkosa khitah puisi yang semestinya penuh keindahan menjadi penuh kebencian," ujar Usman dalam keterangannya, Kamis (6/12).

Kemarin, Fadli menjelaskan puisinya ditujukan kepada Jokowi. Ia menyebut tiba-tiba datang inspirasi. "Kan lagi nge-tren itu Jaenudin Nachiro atau Nachiro itu. Ya dibuat saja puisi," kata Wakil Ketua DPR itu.

Berikut puisi Fadli berjudul 'Jaenudin Nachiro Namamu':

Jaenudin Nachiro Namamu

Jaenudin Nachiro namamu
Otak pas-pasan setengah dungu
Matamu menyala merah
Moncong putih berliur ludah

Jaenudin Nachiro namamu
Meniti realita padahal semu
Narasi pandir kosong tak berisi
Membuat malu seantero negeri

Nachiro sulap jadi pembalap
Naik chopper gaya alap-alap
Nachiro bermahkota ala raja
Bicara gagap tak punya data

Nachiro tunjukkan kuasa
Bikin sempurna mau ketawa
Nachiro kerja minus prestasi
Mengigau di tengah mimpi

Nachiro oh Nachiro
Potret zaman sontoloyo

Fadli Zon, Citeureup, Bogor, 5 Des 2018
(feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top