Tim Sukses Jokowi Minta Polisi Usut Spanduk 'JKW Bersama PKI'

publicanews - berita politik & hukumSpanduk bertuliskan #JKWBersamaPKI terpasang di Jalan Al Habsyi Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendesak kepolisian segera mengusut pemasangan spanduk yang mengaitkan Presiden Joko Widodo dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). 

"Spanduk ini melecehkan dan menghina serta menurunkan wibawa pemerintah dalam hal ini kepala negara," kata Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Ade Irfan Pulungan, meminta Bawaslu progresif menindaklanjuti spanduk provokatif itu.

"Kami belum tahu siapa yang sengaja memasang. Untuk itu kami meminta Bawaslu progresif menindaklanjuti kasus ini," kata Irfan.

Timses Jokowi mendapatkan informasi bahwa spanduk tersebut dipasang di beberapa titik. Spanduk
ditemukan di Kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat, Senin lalu.

Bawaslu sudah melakukan pencopotan spanduk yang meresahkan itu. Dalam spanduk itu memuat tagar 'JKWBersamaPKI' hingga '2019 Tenggelamkan PKI.'

Dalam spanduk itu juga tertulis 'PKIBerkedokPancasila', 'JKWHoakNasional JKWSontoloyoNasional', 'JKWGenderuwoNasional'. Spanduk itu juga memuat foto Prabowo dan Sandiaga.

Ketua Bawaslu Jakarta Pusat Halman Muhdar mengatakan, spanduk itu telah dicopot Panwascam Tanah Abang dan kelurahan berkoordinasi dengan warga setempat pada Selasa (4/12).

Komisioner Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta, Puadi mengatakan spanduk itu sudah termasuk unsur pidana pemilu sesuai  Pasal 280 ayat 1 huruf c Undang-undang Nomor 7 tahun 2007 tentang Pemilu.

Dalam pasal itu disebutkan pelaksana, peserta, dan tim kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau peserta pemilu yang lain. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top