Prabowo Tuding Media Tak Liput 212 Sebagai Penghianat

publicanews - berita politik & hukumPrabowo Subianto saat menghadiri deklarasi dukungan Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi) di Jakarta, 4 November 2018. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, menyesalkan banyak media tidak memberitakan Reuni Akbar 212. Ia menyebut pekerja media yang tidak meliput acara tersebut telah berkhianat pada profesi jurnalis.

"Hampir semua media tidak meliput 11 juta orang yang kumpul, belum pernah terjadi di dunia. Saya kira ini kejadian pertama ada sebanyak itu tanpa dibiayai oleh siapa pun," ujar Prabowo di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai, media telah menjadi bagian dari manipulasi demokrasi dan mengkhianati tugas sebagai jurnalis.

Tanpa menyebut media yang dimaksud, Prabowo mengatakan media yang enggan memberitakan acara yang dihadiri jutaan orang itu tak berhak lagi menyandang predikat jurnalis.

"Boleh kau cetak, boleh kau ke sini dan ke sana, saya tidak mengakui Anda sebagai jurnalis lagi. Enggak usah. Saya sarankan kalian enggak usah hormat sama mereka lagi." ujar Prabowo dengan nada kesal.

Sebelumnya, kecaman kepada media juga disampaikan Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo. Adik kandung Prabowo itu mengeluarkan surat tertulis agar anggota koalisi Adil Makmur memboikot setiap undangan maupun wawancara yang diajukan oleh Metro TV.

"Kami selaku Direktur Media dan Komunikasi kembali menegaskan agar seluruh komponen BPN termasuk seluruh partai politik yang tergabung dalam Koalisi Adil Makmur agar menolak setiap undangan maupun wawancara yang diajukan oleh Metro TV hingga waktu yang ditentukan," kata Hashim dalam surat bertanggal 22 November 2018. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top