PKB Tak Seriusi Seruan Rizieq Haramkan Pendukung Ahok

publicanews - berita politik & hukumRizieq Syihab. (Foto: screenshoot/YouTube)
PUBLICANEWS, Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak menganggap serius seruan Imam Besar FPI yang mengharamkan parpol pendukung Basuki Tjahaja Purnma (Ahok) dalam Pemilu 2019. Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding menganggap angin lalu seruan Rizieq dalam Reuni 212 kemarin.

"Kami disebut penista agama tentu, biar saja, toh pendukung PKB terus meningkat," kata Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dalam rilisnya, Senin (3/12).

Mantan Sekjen PKB ini menambahkan, partainya justru selalu berorientasi kepada bagaimana memperjuangkan, memberdayakan umat khususnya, misalnya membangun pesantren, madrasah, dan mendorong kebijakan-kebijakan yang pro Islam

Karding menambahkan, PKB telah membantu mengembangkan institusi muslim, yakni Nahdlatul Ulama (NU). Namun, PKB tidak perlu mengumbar upaya yang telah dilakukan untuk umat itu.

"PKB ini adalah partai yang tidak perlu koar-koar tetapi telah berbuat, berusaha, untuk membantu mengembangkan masyarakat, institusi muslim paling tidak khususnya Nahdlatul Ulama (NU) dan umat muslim secara keseluruhan," ujarnya.

Kemarin, Rizieq dalam konferensi video dari Arab Saudi, yang diputar di pada acara Reuni 212 menyerukan caleg dan capres-cawapres yang diusung partai pendukung Ahok dalam Pilgub DKI Jakarta haram dipilih.

Rizieq memerintahkan pendukungnya untuk memilih caleg, dan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno seuai Ijtimak Ulama.

"Pilih capres dan cawapres yang hasil koalisi keumatan, hasil ijtima ulama yang siap bela ulama, siap bela agama, dan siap bela negara," Rizieq menyeru dengan lantang.

Menurutnya, hukumnya haram memilih selain Prabowo-Sandi. "Haram pilih capres dan cawapres yang diusung partai penista agama. Takbir," ujar Rizieq. Padahal, panitia sejak awal menekankan acara itu bebas politik. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top