Dilaporkan Melecehkan Petugas Bawaslu, Politisi Gerindra Membantah

publicanews - berita politik & hukumKoordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawalsu DIY Sri Rahayu Werdiningsih. (foto: Medcom).
PUBLICANEWS, Sleman - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman melaporkan politisi Partai Gerindra Ngadiyono ke Polda DI Yogyakarta atas dugaan penghinaan terhadap petugas Bawaslu. Bawaslu Kabupaten Sleman melapor dengan didampingi Bawaslu DIY dan Kabupaten/Kota.

"Melaporkan terkait adanya dugaan penghinaan terhadap lembaga negara," kata Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawalsu DIY Sri Rahayu Werdiningsih di Mapolda DIY, Senin (3/12).

Sri menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat petugas Bawaslu Sleman melakukan pengawasan acara silaturahim capres nomor urut 02 Prabowo Subianto bersama warga Muhammadiyah. Acara berlangsung di Hotel Prima SR, Jalan Magelang Km 11, Sleman, 28 November lalu.

Saat melihat ada petugas Bawaslu Sleman dan Panwaslu Kecamatan, ujar Sri, Ngadiyo menegur. "'Bawaslu ya' gitu, kemudian melontarkan kata-kata 'pret' sambil apa ya, kalau bahasa Jawa mledhing, menghina dengan pantatnya," Sri menjelaskan.

Bawaslu tidak mengetahui persis apa motif Ngadiyo melakukan aksi tersebut. Namun, Sri menambahkan, aksi Ngadiyo tersebut merupakan pelecehan terhadap institusinya.

Ia melaporkan Ngadiyo atas pelanggaran Pasal 207 KUHP, yakni penghinaan terhadap lembaga negara. "Ini bagi kami suatu penghinaan, entah apa motifnya," Sri menegaskan.

Dalam laporannya ke polisi, pihak Bawaslu menyerahkan alat bukti video peristiwa yang terekam oleh anggota Bawaslu Sleman.

"Kami punya data dan sudah kami serahkan ke kepolisian. Karena saat bertugas, Bawaslu juga mendokumentasikan kegiatan di lapangan. Yang jelas (terlapor politisi) dari salah satu Partai Gerindra," ujar Sri.

Sementara itu Ngadiyono, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, mengatakan ada kesalahpahaman antara dirinya dengan petugas Bawaslu. Ia meralat penggunaan kata 'pret' dalam laporan Bwaslu. Menurutnya, ia mengatakan 'jepret' karena diajak berfoto bersama teman-temannya.

"Waktu saya datang ayo foto-foto, 'jepret' gitu. Menirukan suara bunyi kamera," ujar Ngadiyono, saat dimintai konfirmasi wartawan melalu telepon.

Ia tidak tahu siapa yang memotret, ia juga tidak berkomunikasi dengan petugas Bawaslu, bahkan ia tidak tahu jika ada anggota Bawaslu di sana.

"Saya tidak tahu siapa yang moto (motret), enggak tahu saya itu. Saya enggak komunikasi dengan siapapun, itu Bawaslu saya tidak tahu siapa mereka, nggak kenal beliau," Ngadiyono menambahkan.

Ngadiyono membantah melakukan gestur mledhing atau memantati petugas Bawaslu. "Bukan mledhing, action 'pret.. jepret'," Ngadiyono menegaskan.

Ia datang ke acara tersebut bersama rombongan DPC Gerindra Gunungkidul untuk memenuhi undangan dari Relawan Prabowo. "Saya tidak ngerti siapa yang motret, saya foto bareng teman-teman semua difoto. Setelah difoto saya masuk mobil lagi pulang," ujar Ngadiyono. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top