Ketua MUI Sumbar Fatwakan Haram Partai Grace Natalie

publicanews - berita politik & hukumKetua MUI Sumatera Barat Buya Gusrizal. (Foto: Facebook/Buya Gusrizal Gazahar)
PUBLICANEWS, Padang - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mempertanyakan keputusan Ketua MUI Sumatera Barat Buya Gusrizal Gazahar yang mengharamkan partai bentukan Ketua Umum Grace Natalie itu. Pelarangan ini menyusul penolakan PSI terhadap Perda Syariah.

Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengatakan, partainya tidak pernah membenci agama dan syariat Islam. PSI, ia menambahkan, hendak menempatkan agama dan syariat dalam porsinya masing-masing.

Mantan Direktur Eksekutif Maarif Institut ini mempertanyakan mekanisme di internal MUI. Vonis haram itu, katanya, sebagai pendapat pribadi Gusrizal atau sudah melalui pembahasan.

"Apakah memang sedemikian mudahnya untuk memfatwakan sebuah produk atau satu entitas politik sebagai sesuatu yang haram," ujar Antoni, Minggu (18/11).

Toni menegaskan siap berkomunikasi dengan Gusrizal untuk menjelaskan pernyataan Grace mengenai sikap politik PSI terhadap Perda Syariah.

Sebelumnya Gusrizal mengatakan haram hukumnya memilih partai dan siapapun yang diusung PSI. Seruan itu ia sampaikan kepada umat Islam di Ranah Minang.

Pria yang menolak keberadaan kelompok Islam Nusantara di Ranah Minang ini menegaskan, ia sudah 21 tahun memperjuangkan diberlakukannya perda bermuatan syariah Islam sebagai upaya menghidupkan nilai akhlak bangsa.

"Mata kepala saya melihat perubahan ke arah yang baik dan tak ada umat lslam yang dirugikan karena perda perda tersebut. Bi idznillah," katanya, Sabtu lalu.

Penegasan fatwa haram ini disampaikan menyusul sikap politik Grace Natalie dalam peringatan ulang tahun keempat partainya di ICE BSD, Tangerang, pada Mnggu (11/11).

Mantan presenter tvOne itu mengatakan partainya tidak akan mendukung perda berlandaskan agama, seperti Perda Syariah dan perda Injil.

“PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini. PSI tidak akan pernah mendukung perda-perda Injil atau perda-perda syariah,” ujar Grace dalam acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo itu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top